KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Asosiasi Biro Perjalanan dan Wisata Indonesia (ASITA) menilai penghentian sementara operasional kapal wisata di kawasan Labuan Bajo dan Kepulauan Komodo akan memberikan tekanan signifikan terhadap pendapatan pelaku usaha pariwisata, terutama di tengah periode yang seharusnya menjadi musim puncak kunjungan wisata. Sekretaris Jenderal DPP ASITA Budi Ardiansjah mengatakan, larangan pelayaran kapal wisata merupakan konsekuensi dari insiden kecelakaan laut yang terjadi, namun dampaknya tidak terelakkan bagi ekosistem pariwisata setempat. “Penghentian operasional pasti akan berdampak, terutama terhadap pendapatan pelaku pariwisata di Pulau Padar dan sekitarnya, apalagi ini terjadi di periode yang seharusnya peak season. Namun, ini merupakan konsekuensi dari kecelakaan agar ke depan semua pihak bisa lebih berhati-hati,” ujar Budi kepada Kontan, Selasa (30/12/2025).
ASITA: Larangan Kapal Wisata Labuan Bajo Tekan Pendapatan Pelaku Usaha
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Asosiasi Biro Perjalanan dan Wisata Indonesia (ASITA) menilai penghentian sementara operasional kapal wisata di kawasan Labuan Bajo dan Kepulauan Komodo akan memberikan tekanan signifikan terhadap pendapatan pelaku usaha pariwisata, terutama di tengah periode yang seharusnya menjadi musim puncak kunjungan wisata. Sekretaris Jenderal DPP ASITA Budi Ardiansjah mengatakan, larangan pelayaran kapal wisata merupakan konsekuensi dari insiden kecelakaan laut yang terjadi, namun dampaknya tidak terelakkan bagi ekosistem pariwisata setempat. “Penghentian operasional pasti akan berdampak, terutama terhadap pendapatan pelaku pariwisata di Pulau Padar dan sekitarnya, apalagi ini terjadi di periode yang seharusnya peak season. Namun, ini merupakan konsekuensi dari kecelakaan agar ke depan semua pihak bisa lebih berhati-hati,” ujar Budi kepada Kontan, Selasa (30/12/2025).
TAG: