Askindo: Data produksi kakao harus akurat



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sekretaris Jenderal Asosiasi Kakao Indonesia (Askindo), Yusa R Ali mengatakan saat ini diperlukan data produksi kakao nasional yang akurat. Pasalnya, data produksi kakao di petani, industri, dan pemerintah berbeda-beda. "Kalau di pelaku usaha atau industri datanya itu sekitar 300.000 ton, sementara dari data Kementerian Pertanian berbeda, bisa sampai 600.000-700.000 ton," ujar Yusa kepada KONTAN, Minggu (26/11). Yusa mengatakan, pemerintah dan industri menggunakan metode yang berbeda dalam menghitung produksi kakao. Asosiasi kakao menghitung produksi kakao secara praktis, dimana mereka menghitung dari jumlah ekspor-impor kakao.

Sementara itu, pemerintah menghitung produksi kakao dari luas areal tanaman dan tingkat produktivitasnya. "Dibutuhkan data yang lebih akurat. Seharusnya data produksi itu sama. Kalau berbeda pun jumlahnyanya tidak jauh," jelas Yusa. Menurut Yusa, tahun ini produksi kakao berkisar 325.000 ton, angka ini turun dibandingkan tahun sebelumnya yakni berkisar 340.000 ton. Dia berpendapat upaya pemerintah untuk meningkatkan produksi kakao belum cukup. Dia berharap, pemerintah akan melakukan perbaikan-perbaikan di sektor perkebunan di tahun mendatang. Yusa pun menambahkan, pemerintah perlu melakukan replanting perkebunan kakao serta menyediakan pendamping pertanian yang benar-benar menguasai kakao sehingga dapat memberikan penyuluhan yang benar kepada petani.

"Kami berharap replanting yang akan dilakukan pemerintah diaplikasikan dengan tepat di lapangan sehingga dapat meningkatkan produksi kakao," ujar Yusa.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Dessy Rosalina