KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Asosiasi Kakao Indonesia (Askindo) menilai praktik fermentasi biji kakao di tingkat petani belum banyak dilakukan karena membutuhkan waktu lebih lama, serta kepastian akses pasar bagi petani. Ketua Umum Askindo, Jeffrey Haribowo mengatakan, fermentasi membutuhkan waktu yang relatif panjang, yaitu sekitar empat hingga enam hari, belum termasuk penjemuran untuk menghasilkan biji kakao kering terfermentasi yang baik. Upaya tambahan yang dilakukan petani tersebut, lanjutnya, tentu memerlukan kepastian akses pasar agar biji kakao fermentasi bisa dibeli oleh pembuat cokelat dengan harga yang baik.
Askindo Ungkapkan Tantangan Praktik Fermentasi Kakao di Tingkat Petani
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Asosiasi Kakao Indonesia (Askindo) menilai praktik fermentasi biji kakao di tingkat petani belum banyak dilakukan karena membutuhkan waktu lebih lama, serta kepastian akses pasar bagi petani. Ketua Umum Askindo, Jeffrey Haribowo mengatakan, fermentasi membutuhkan waktu yang relatif panjang, yaitu sekitar empat hingga enam hari, belum termasuk penjemuran untuk menghasilkan biji kakao kering terfermentasi yang baik. Upaya tambahan yang dilakukan petani tersebut, lanjutnya, tentu memerlukan kepastian akses pasar agar biji kakao fermentasi bisa dibeli oleh pembuat cokelat dengan harga yang baik.