KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Asuransi Kredit Indonesia atau Askrindo, anggota holding Indonesia Financial Group (IFG), membukukan kinerja keuangan yang solid sepanjang 2025. Askrindo mencatat laba setelah pajak konsolidasi sebesar Rp 1,69 triliun, atau melampaui 328% dari target yang ditetapkan perusahaan. Kinerja tersebut ditopang oleh strategi bisnis yang adaptif, pengelolaan risiko yang prudent, serta penguatan tata kelola perusahaan.
Direktur Utama PT Askrindo M. Fankar Umran mengatakan, pencapaian tersebut merupakan hasil transformasi berkelanjutan yang dijalankan perusahaan dengan mengedepankan kualitas portofolio dan disiplin manajemen risiko.
Baca Juga: Super Bank Indonesia (SUPA) Kantongi Laba Rp 99,68 Miliar pada 2025 "Capaian positif sepanjang 2025 mempertegas komitmen Askrindo untuk terus tumbuh secara sehat dan berkualitas," ujar Fankar dalam keterangan resmi, Senin (3/8/2026). Sejalan dengan pertumbuhan laba, Askrindo juga mencatatkan peningkatan kinerja bisnis di berbagai lini usaha yang mendorong kenaikan pendapatan premi dan profitabilitas. Total aset perseroan kini telah menembus Rp 31 triliun, mencerminkan semakin kuatnya fundamental keuangan perusahaan. Kinerja tersebut didorong oleh strategi pengelolaan portofolio yang lebih selektif dan berkualitas, disertai penerapan manajemen risiko yang lebih disiplin. Di sisi bisnis, Askrindo tetap memfokuskan pengembangan usahanya pada tiga pilar utama, yakni memperkuat pembiayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), mendukung pembiayaan Proyek Strategis Nasional (PSN), serta memperluas perlindungan asuransi mikro bagi masyarakat. Penguatan kinerja juga ditopang oleh pembenahan tata kelola perusahaan. Askrindo meningkatkan penerapan Governance, Risk & Compliance (GRC) melalui penurunan profil risiko dan penguatan budaya sadar risiko di seluruh organisasi.
Baca Juga: BSI Cetak Laba Rp 7,56 Triliun di 2025, Naik 8,02% Perseroan juga mulai menerapkan PSAK 117 dalam laporan keuangannya, yang dinilai meningkatkan transparansi dan menyelaraskan standar pelaporan dengan praktik internasional. Dari sisi audit, laporan keuangan Askrindo memperoleh opini Wajar Tanpa Modifikasian (WTM) dari RSM Indonesia pada 19 Juni 2026. Hasil tersebut memperkuat kredibilitas perusahaan dalam menerapkan tata kelola yang baik serta pengelolaan risiko secara sistematis.
Ke depan, Askrindo akan terus memperkuat fundamental bisnis melalui mitigasi risiko yang lebih disiplin, memperluas kolaborasi dengan sektor perbankan dan berbagai instansi, serta meningkatkan kualitas layanan melalui percepatan proses bisnis dan penyempurnaan penilaian risiko (prudent underwriting).
Baca Juga: BNI Bukukan Laba Rp 5,66 Triliun pada Kuartal I-2026 Langkah tersebut diharapkan mampu menjaga pertumbuhan bisnis yang sehat sekaligus meningkatkan daya saing perusahaan di industri penjaminan dan asuransi kredit. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News