KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo) dan PT Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Tengah (BPD Kalteng) memperkuat dukungan pembiayaan bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui kerja sama asuransi kredit dan asuransi umum. Penandatanganan perjanjian kerja sama tersebut dilakukan pada akhir Januari 2026 di Jakarta. Langkah ini sejalan dengan upaya pemerintah mendorong akses pembiayaan UMKM sekaligus memperkuat mitigasi risiko, khususnya di Kalimantan Tengah yang memiliki basis usaha mikro besar.
Data Portal Satu Data Kalimantan Tengah mencatat jumlah usaha mikro di provinsi tersebut mencapai sekitar 278.588 unit pada periode 2023–2024.
Baca Juga: Premi Asuransi Umum dan Reasuransi Tumbuh 1,51% Jadi Rp 150,74 Triliun pada 2025 Kerja sama ini mencakup Asuransi Kredit Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan Asuransi Umum. Skema asuransi kredit memberikan perlindungan risiko bagi penyaluran pembiayaan UMKM, sementara asuransi umum melindungi risiko usaha produktif, mulai dari aset, produksi, hingga operasional. Perlindungan ini juga mencakup usaha pendukung logistik dan infrastruktur di kawasan penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN). Direktur Bisnis Askrindo Budhi Novianto mengatakan kolaborasi ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan mendukung penguatan pembiayaan UMKM di daerah dengan potensi ekonomi strategis. “Pembiayaan UMKM perlu dibarengi perlindungan risiko agar perbankan lebih percaya diri menyalurkan kredit dan UMKM bisa tumbuh berkelanjutan,” ujarnya dalam siaran pers, Minggu (8/2/2026).
Baca Juga: Batas Investasi Pasar Saham Naik Jadi 20%, OJK Dorong Dapen dan Asuransi Masuk LQ45 Struktur ekonomi Kalimantan Tengah yang bertumpu pada sektor pertanian, perkebunan, pengembangan food estate, serta perannya sebagai wilayah penyangga IKN mendorong tingginya kebutuhan pembiayaan UMKM. Di sisi lain, ekspansi sektor-sektor tersebut meningkatkan permintaan terhadap perlindungan asuransi untuk menjaga keberlanjutan usaha dan memperkuat kepercayaan perbankan. Budhi menambahkan, peran Askrindo tidak hanya sebagai penyedia proteksi risiko kredit, tetapi juga mitra strategis dalam mendorong literasi dan inklusi asuransi di daerah. Dengan demikian, ketahanan ekonomi yang berbasis usaha mikro dan UMKM produktif dapat semakin kuat.
Baca Juga: OJK: Premi Asuransi Berpeluang Tumbuh Lebih Tinggi dari Aset pada 2026 Melalui sinergi ini, Askrindo dan BPD Kalteng menargetkan kontribusi nyata bagi pengembangan ratusan ribu UMKM di Kalimantan Tengah.
Harapannya, pelaku usaha dapat meningkatkan kapasitas dan skala bisnis, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan nasional.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News