KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Asuransi Kredit Indonesia (Persero) atau Askrindo memperluas akses perlindungan asuransi bagi nelayan di Kota Sorong, Papua Barat Daya, melalui penandatanganan nota kesepakatan bersama dengan Syahbandar Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Sorong. Kerja sama ini diarahkan untuk memperkuat mitigasi risiko di sektor perikanan yang menjadi salah satu penggerak utama ekonomi pesisir. Direktur Bisnis Askrindo Budhi Novianto mengatakan, penguatan perlindungan bagi nelayan diperlukan seiring berkembangnya potensi sektor perikanan di Sorong.
"Melalui kolaborasi ini, Askrindo memperluas akses asuransi yang relevan dan mudah dijangkau agar nelayan dapat bekerja lebih tenang, produktif, dan memiliki ketahanan ekonomi yang lebih baik," ujar Budhi, Senin (20/7/2026).
Baca Juga: Perkuat Mitigasi Risiko Dunia Usaha, Askrindo Gandeng Apindo Kalimantan Utara Kerja sama tersebut merupakan kelanjutan dari program sosialisasi yang sebelumnya telah memperkenalkan berbagai produk perlindungan, antara lain asuransi kecelakaan diri (Personal Accident), ASMIK Bahari untuk kapal, ASMIK Usahaku bagi pelaku usaha mikro, serta ASMIK Rumahku untuk perlindungan hunian. Selain menyediakan produk, Askrindo juga menekankan peningkatan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan risiko dalam menjalankan usaha. Ke depan, implementasi kerja sama akan difokuskan pada peningkatan literasi keuangan, pendampingan kelompok nelayan, serta penguatan sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan di sektor kelautan dan perikanan. Langkah tersebut diharapkan dapat memperluas jangkauan perlindungan asuransi bagi masyarakat pesisir sekaligus mendukung keberlanjutan usaha nelayan. Upaya ini dilakukan di tengah prospek ekonomi Papua Barat Daya yang terus tumbuh. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), perekonomian provinsi tersebut tumbuh 4,03% secara tahunan pada 2025 dengan nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) mencapai Rp 39,2 triliun.
Baca Juga: Askrindo dan BPD Kalteng Perkuat Pembiayaan UMKM Lewat Asuransi Kredit Pertumbuhan tersebut ditopang sektor riil, termasuk pertanian, kehutanan, dan perikanan.
Di Sorong, sektor perikanan menjadi salah satu kontributor utama ekonomi daerah. Pada 2025, tercatat sebanyak 749 kapal melakukan aktivitas perikanan dengan volume pendaratan ikan mencapai 3,57 juta kilogram dan nilai produksi lebih dari Rp 86,2 miliar. Kondisi ini menjadi dasar bagi Askrindo untuk memperluas akses perlindungan asuransi guna meningkatkan ketahanan ekonomi masyarakat nelayan. Sumber:
https://money.kompas.com/read/2026/07/20/143134826/perikanan-jadi-penggerak-utama-ekonomi-sorong-askrindo-perluas-pelindungan. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News