KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo) Cabang Semarang menggandeng Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Demak untuk memperluas perlindungan asuransi bagi nelayan melalui program Asuransi Mikro Bahari. Kerja sama ini menyasar pemilik kapal kayu dan perahu nelayan skala kecil hingga menengah di salah satu daerah pesisir dengan aktivitas perikanan yang cukup besar di Jawa Tengah. Langkah tersebut dilakukan di tengah besarnya peran sektor kelautan dan perikanan terhadap perekonomian Demak.
Berdasarkan data Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Demak tahun 2025, nilai produksi perikanan laut mencapai Rp116,2 miliar, sementara produksi budidaya tambak mencapai Rp274,6 miliar.
Baca Juga: Jepang Tangkap Kapal Ikan China, Ketegangan dengan Beijing Memanas Besarnya nilai ekonomi tersebut membuat perlindungan terhadap aset dan aktivitas usaha nelayan dinilai semakin penting untuk menjaga keberlanjutan usaha masyarakat pesisir. Kerja sama ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman antara Branch Manager Askrindo Semarang Gami Aji Libraga dan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Demak Nanang Tasunar DN di Kantor Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Demak. Direktur Bisnis Askrindo Budhi Novianto mengatakan program tersebut diharapkan dapat memberikan perlindungan yang lebih luas bagi nelayan yang menggantungkan penghasilan dari aktivitas melaut. "Dengan adanya kerja sama ini, kami berharap ribuan nelayan di Kabupaten Demak mendapatkan perlindungan optimal, khususnya untuk kapal dan perahu nelayan skala kecil hingga menengah, sehingga mereka dapat menjalankan aktivitas dengan lebih aman dan nyaman," ujarnya. Potensi pasar program ini juga cukup besar. Tercatat terdapat sekitar 5.254 kapal dan perahu nelayan yang beroperasi di Demak dengan jumlah nelayan mencapai sekitar 10.500 orang.
Baca Juga: Prabowo Target Bangun 1.000 Desa Nelayan Modern Setiap Tahun Askrindo menilai kerja sama tersebut menjadi pintu masuk untuk memperluas penetrasi asuransi di sektor kelautan dan perikanan yang selama ini masih relatif terbatas. Perlindungan terhadap risiko usaha dinilai penting untuk menjaga produktivitas nelayan sekaligus mendukung aktivitas ekonomi di wilayah pesisir. Gami Aji Libraga menegaskan kolaborasi dengan pemerintah daerah tidak hanya memberikan perlindungan bagi nelayan, tetapi juga membuka peluang pengembangan produk asuransi lain yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat pesisir. "Kerja sama ini diharapkan dapat memberikan rasa aman bagi nelayan dalam menjalankan usahanya, sekaligus membuka peluang pengembangan layanan asuransi lainnya yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat pesisir," kata Gami. Selain menandatangani kerja sama, Askrindo juga memberikan sosialisasi kepada para nelayan mengenai manfaat asuransi umum dan asuransi mikro.
Baca Juga: Iperindo, Kemenperin dan KKP Ungkap Peluang & Tantangan Industri Kapal Nasional Ke depan, perusahaan membuka peluang perluasan layanan melalui produk perlindungan lainnya, seperti Asuransi Mikro Usahaku untuk pelaku UMKM pengolahan hasil perikanan, Asuransi Nelayan, serta berbagai produk proteksi yang disesuaikan dengan karakteristik usaha masyarakat pesisir. Sumber:
https://jakarta.tribunnews.com/adv/436253/askrindo-gandeng-pemkab-demak-ribuan-nelayan-dapat-perlindungan-asuransi-bahari?page=all. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News