KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Asuransi Kredit Indonesia atau Askrindo terus memperluas dukungan penjaminan kredit bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di wilayah Semarang dan sekitarnya. Branch Manager Askrindo Semarang Gami Aji L menyebut, hingga April 2026, Askrindo Semarang telah membukukan penjaminan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp 1,3 triliun dengan jumlah debitur mencapai 24.000 nasabah. “Yang mendominasi di wilayah kerja kami masih sektor perdagangan,” ujarnya saat media gathering Askrindo di Semarang, Kamis (7/5/2026).
Gami bilang, wilayah kerja Askrindo Semarang mencakup dua kota dan empat kabupaten di Jawa Tengah. Selain fokus pada penjaminan KUR, Askrindo juga mengembangkan sejumlah lini bisnis lain seperti asuransi umum, sektor energi, hingga perlindungan wisata.
Baca Juga: Pembiayaan Kendaraan Roda Empat Baru & Bekas Multifinance Terkontraksi per Maret 2026 Di sektor ritel, Askrindo mulai menjalin kerja sama perlindungan wisata dengan Perhutani Jawa Tengah dan sejumlah vendor perjalanan wisata. Perusahaan juga tengah menginisiasi pengembangan asuransi mikro bekerja sama dengan pemerintah daerah, termasuk untuk asuransi nelayan dan kapal. Dukungan penjaminan kredit tersebut dimanfaatkan sejumlah pelaku UMKM di Semarang untuk mengembangkan usaha mereka. Salah satunya Slamet Riyanto (43), pengusaha wingko babat rumahan yang telah menjalankan usahanya sejak sekitar 2010. Slamet mengawali usaha dengan modal sekitar Rp 5 juta untuk membeli bahan baku seperti kelapa dan tepung ketan. Seiring waktu, usahanya berkembang hingga mampu memproduksi sekitar 15 hingga 20 loyang wingko per hari dengan harga jual Rp 30.000 per loyang. “Dulu kelapa kami ambil dari pasar. Sekarang sudah punya mesin parut sendiri,” kata Slamet saat ditemui di Semarang, pada hari yang sama. Untuk menopang usaha, Slamet memanfaatkan pembiayaan KUR dari perbankan yang dijamin asuransi kredit oleh Askrindo. Pinjaman pertama yang diambil sebesar Rp 5 juta, kemudian meningkat hingga pinjaman terakhir mencapai Rp 50 juta dengan tenor tiga tahun.
Baca Juga: Bisnis Reasuransi: Peluang Besar di Tengah Tantangan Baru Selain usaha kuliner, fasilitas penjaminan kredit juga dimanfaatkan pengrajin kayu Seno Sudono (74). Mantan atlet balap sepeda nasional itu telah menjalankan usaha kayu sejak awal 1980-an dengan produk utama berupa kusen, pintu rumah, kitchen set, hingga meja berbahan kayu jati.
Pada masa jayanya, usaha milik Seno sempat menerima pesanan komponen mebel untuk pasar ekspor seperti Taiwan dan Australia. Saat ini, omzet usahanya berkisar Rp 30 juta per bulan tergantung pesanan yang masuk. Untuk kebutuhan modal kerja, Seno beberapa kali mengambil pinjaman KUR dari perbankan, termasuk pinjaman senilai Rp 150 juta. Ia mengatakan keberadaan penjaminan kredit dari Askrindo membantu pelaku usaha memperoleh akses pembiayaan dari perbankan. “Kalau misalnya saya nggak bisa bayar, Askrindo yang di belakangnya,” kata dia. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News