KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Autopedia Sukses Lestari Tbk (ASLC) terus memperkuat bisnis mobil bekas melalui ekspansi jaringan dan penguatan penetrasi pasar digital pada tahun 2026. Tahun ini, ASLC menargetkan pembukaan 2-3 cabang baru Caroline.id guna memperluas jangkauan pasar sekaligus menopang pertumbuhan transaksi kendaraan bekas. Untuk mendukung rencana tersebut, ASLC telah menyiapkan belanja modal atau
capital expenditure (capex) sebesar Rp 15 miliar hingga Rp 20 miliar. Sejalan dengan strategi ekspansi tersebut, ASLC juga menggandeng Denny Sumargo sebagai Brand Ambassador Caroline.id guna memperkuat penetrasi pasar digital dan meningkatkan konversi pelanggan dari kanal online ke jaringan
showroom offline. Baca Juga: Porsi Pengguna Paket Rollover 3%-5%, Operator Seluler Akan Kembangkan Layanan? Presiden Direktur PT Autopedia Sukses Lestari Tbk, Jany Candra mengatakan, langkah tersebut merupakan bagian dari upaya perusahaan membangun kepercayaan konsumen dalam transaksi mobil bekas melalui ekosistem bisnis yang dimiliki perseroan. “Dengan slogan ‘Yang Pasti-Pasti Aja’, Perusahaan sedang menggiatkan kampanye untuk membangun sekaligus menguatkan rasa percaya dan rasa aman pelanggan dalam bertransaksi kendaraan bekas melalui ekosistem kami,” kata Jany dalam keterangan resmi, Rabu (1/7). Menurut Jany, kerja sama dengan Brand Ambassador diharapkan dapat meningkatkan penetrasi pasar digital, memperkuat
brand awareness, serta memperluas basis pelanggan guna mendukung pertumbuhan transaksi dan kinerja bisnis secara berkelanjutan. Lebih lanjut, Jany menjelaskan bahwa kerja sama tersebut juga akan memperkuat strategi branding Caroline.id yang didukung oleh jaminan Warranty 7G+ pada setiap kendaraan yang dijual. “Dengan slogan ‘Yang Pasti-Pasti Aja’, Perusahaan sedang menggiatkan kampanye untuk membangun sekaligus menguatkan rasa percaya dan rasa aman pelanggan dalam bertransaksi kendaraan bekas melalui ekosistem kami,” ujarnya. Warranty 7G+ merupakan program garansi selama satu tahun untuk pembelian kendaraan bekas di Caroline.id yang memberikan perlindungan terhadap tujuh ditambah satu komponen utama kendaraan, sehingga pembeli terhindar dari biaya perbaikan yang tidak terduga. ASLC juga meyakini strategi Online-to-Offline (O2O) yang bertumpu pada traffic dari kanal digital akan semakin efektif seiring penunjukan Brand Ambassador tersebut. “Inisiatif ini diharapkan dapat memperkuat konversi pelanggan dari platform online ke jaringan offline (cabang/showroom), sehingga memberikan kontribusi positif terhadap pertumbuhan kinerja Perseroan ke depan,” kata Jany. Perusahaan optimistis kombinasi strategi ekspansi cabang dan penguatan kampanye pemasaran tersebut dapat mendorong pertumbuhan pendapatan hingga akhir tahun 2026.
Pada kuartal I 2026, ASLC membukukan pendapatan sebesar Rp 283,6 miliar atau tumbuh 27,5% secara tahunan (YoY). Dari total pendapatan tersebut, Caroline.id menyumbang Rp 234,4 miliar atau setara 82,7% dari total pendapatan perseroan. Pendapatan Caroline.id pada tiga bulan pertama tahun ini juga meningkat 51% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp 154,8 miliar.
Baca Juga: Ini Alur Pemungutan PPh 22 oleh Marketplace yang Berlaku Efektif 1 Agustus 2026 Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News