Aslindo: Pembiayaan LKM Naik Jelang Lebaran, Tetap Perlu Selektif



KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Asosiasi Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Keuangan Mikro Syariah Indonesia (Aslindo) menilai penyaluran pembiayaan pada momentum Ramadan hingga menjelang Lebaran tahun ini menunjukkan tren peningkatan, sebagaimana pola yang terjadi pada tahun-tahun sebelumnya.

Ketua Umum Aslindo Burhan mengatakan, lonjakan pembiayaan dipicu meningkatnya kebutuhan masyarakat, baik untuk keperluan konsumtif maupun produktif.

“Kebanyakan kebutuhan untuk konsumtif, walaupun sebagian nasabah juga ada yang meminjam untuk menambah modal usaha karena ramainya pembeli. Adapun pengajuan pinjaman juga sudah menunjukkan peningkatan,” ujarnya kepada Kontan.co.id, Jumat (27/2/2026).


Baca Juga: Sejumlah Bank Mulai Genjot Penyaluran KUR di Awal Tahun 2026

LKM Diminta Lebih Selektif

Seiring meningkatnya permintaan pembiayaan, Burhan menilai industri LKM perlu melakukan langkah antisipatif agar risiko kredit macet tidak ikut naik.

Menurutnya, LKM harus lebih selektif dalam pemberian kredit, terutama dengan memprioritaskan nasabah loyal.

Sementara itu, pemberian kredit kepada nasabah baru sebaiknya ditunda terlebih dahulu.

“Selektif dalam pemberian kredit, artinya melihat masyarakat itu nasabah loyal atau tidak. Selain itu, pemberian kredit kepada nasabah baru sementara ditunda dahulu,” jelasnya.

Selain itu, LKM juga perlu mengukur kemampuan likuiditas masing-masing sebelum menyalurkan pembiayaan tambahan.

Baca Juga: BPD DIY Targetkan Penyaluran KUR Rp 1,2 Triliun pada 2026

Dorong Budaya Menabung

Aslindo juga mendorong masyarakat untuk meningkatkan kebiasaan menabung sebagai cadangan dana menghadapi kebutuhan Lebaran.

“Kami menyarankan jauh-jauh hari menabung. Jadi, tidak hanya berutang, tetapi ada cadangan dana juga melalui tabungan untuk kebutuhan konsumtif, khususnya kebutuhan Lebaran. Hal tersebut juga bisa untuk menekan risiko kredit,” kata Burhan.

Data OJK: Kredit dan Aset LKM Turun

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), penyaluran pinjaman LKM per Desember 2025 tercatat sebesar Rp 0,96 triliun atau Rp 960 miliar. Nilai tersebut terkontraksi 7,69% dibandingkan posisi akhir 2024 sebesar Rp 1,04 triliun.

Baca Juga: Bank Mandiri Kantongi Kuota KUR Rp 42 Triliun di 2026

Sementara itu, aset LKM per Desember 2025 mencapai Rp 1,58 triliun, turun 6,51% dibandingkan posisi Desember 2024 sebesar Rp 1,69 triliun.

Dengan kondisi tersebut, industri LKM diharapkan mampu menjaga keseimbangan antara pertumbuhan pembiayaan musiman dan pengelolaan risiko yang prudent.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News