KONTAN.CO.ID - EINDHOVEN. Produsen peralatan cip komputer terkemuka, ASML, mencatat rekor pesanan pada kuartal keempat. Perusahaan ini mengerek naik proyeksi kinerjanya untuk tahun ini.
Reuters melaporkan, Rabu (28/1/2026), ASML mengerek naik proyeksi kinerja karena permintaan melonjak dari pelanggan yang berfokus pada AI, meskipun perusahaan tersebut memangkas 1.700 pekerjaan. Pemesanan di kuartal keempat, metrik yang paling banyak dipantau di industri ini, melonjak ke rekor € 13,2 miliar, setara sekitar Rp 264,79 triliun. Setahun sebelumnya, pemesanan mencapai € 7,1 miliar.
Baca Juga: ASML Investasi € 1,3 Miliar untuk Menjadi Pemegang Utama Mistral AI Realisasi pesanan tersebut jauh melebihi konsensus ekspektasi analis, yakni sebesar € 6,32 miliar. Tapi ke depan, ASML tidak akan lagi mengumumkan angka pemesanan. Alasannya, hal itu menyebabkan volatilitas yang tidak perlu pada saham. "Ini akan menjadi terakhir kalinya ASML melaporkan penerimaan pesanan triwulanan dan perusahaan akan menutupnya dengan gemilang," kata Marc Hesselink, analis ING, seperti dikutip
Reuters, Rabu (28/1/2026). ASML juga mengerek naik proyeksi penjualan 2026 menjadi € 34 miliar hingga € 39 miliar. Ini melampaui konsensus proyeksi analis sebesar € 35 miliar.
Baca Juga: UPDATE Rabu (28/1): Dolar AS Mulai Stabil, Pasar Beralih Fokus ke The Fed Sebelumnya, ASML memasang target penjualan akan stagnan atau lebih tinggi sedikit dari € 32,7 miliar di 2025. “Pelanggan dalam beberapa bulan terakhir lebih optimistis terhadap situasi pasar jangka menengah, terutama berdasarkan ekspektasi yang lebih kuat tentang keberlanjutan permintaan terkait AI," kata Christophe Fouquet, CEO ASML, dalam pernyataan resmi. Laba bersih ASML di 2025 melonjak 26,3% menjadi € 9,6 miliar dari € 7,6 miliar tahun sebelumnya. Penjualan mencapai € 32,7 miliar, naik 15,5% dari tahun sebelumnya.
Baca Juga: Perbankan Optimistis Penyaluran Kredit Masih Bisa Tumbuh Positif pada Kuartal IV-2025 Pesanan yang melampaui ekspektasi ini terjadi karena pelanggan ASML, seperti TSMC, Samsung, SK Hynix, dan Micron, meningkatkan rencana investasi di tengah permintaan cip logika dan memori AI yang dibutuhkan oleh raksasa komputasi awan, seperti Microsoft, Amazon, dan Google milik Alphabet. SK Hynix Korea Selatan juga melaporkan pendapatan kuartalan yang memecahkan rekor Rabu (28/1/2026), di tengah
booming AI.
"Secara keseluruhan, ada pesanan kuartal keempat dan prospek yang baik di tahun 2026, didorong oleh permintaan AI untuk EUV, baik dalam logika maupun DRAM," kata Kevin Wang, Analis Mizuho. ASML juga mengatakan akan melakukan pembelian kembali (
buyback) saham senilai € 12 miliar hingga tahun 2028.