KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Asosiasi Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) menyebutkan sejumlah tantangan dalam menambah jumlah peserta dana pensiun dari sektor informal. Ketua Umum Asosiasi DPLK Tondy Suradiredja mengatakan salah satunya, yakni literasi dana pensiun yang masih rendah. "Oleh karena itu, edukasi yang masif perlu dilakukan untuk mengubah paradigma bahwa pensiun bukan soal usia, melainkan soal kesiapan dana di masa depan," ungkapnya kepada Kontan, Senin (5/1/2026).
Tondy menerangkan tantangan lainnya muncul dari preferensi terhadap instrumen yang likuid. Dia bilang dana pensiun yang bersifat jangka panjang dan dikunci hingga usia pensiun seringkali dianggap kurang menarik karena tidak dapat dicairkan kapan saja jika ada kebutuhan mendesak.
Baca Juga: Asosiasi DPLK Nilai Penambahan Jumlah Peserta dari Sektor Informal Masih Terbuka Selanjutnya, tantangan berasal dari skala prioritas jangka pendek. Menurut Tondy, prioritas pekerja informal dengan penghasilan tidak tetap akan mengutamakan kebutuhan harian, cicilan, maupun pendidikan anak, sehingga membuat dana pensiun ditempatkan pada prioritas akhir. Untuk mengatasi tantangan yang ada, kata Tondy, penyelenggara dana pensiun, termasuk DPLK, perlu menerapkan berbagai strategi untuk menggaet peserta baru, khususnya dari sektor informal. Penyelenggara perlu menyesuaikan struktur iuran yang sesuai dengan profil pekerja informal. Dengan demikian, mereka dapat mengiur kapan saja sesuai dengan kemampuan. "Selain itu, perlu adanya pendekatan sosialisasi melalui jalur komunitas mengenai edukasi dana pensiun. Hal itu dapat membangun kepercayaan dan memudahkan penyampaian informasi," tuturnya. Tondy bilang penyelenggara juga perlu melakukan optimalisasi digitalisasi end-to-end yang dapat mempermudah pekerja informal untuk mendaftar maupun mengecek hasil investasi mereka yang bertumbuh. Sebagai informasi, data statistik Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, peserta Dana Pensiun Lembaga Keuangan masih tumbuh tipis 2,84% secara tahunan, menjadi 3,98 juta orang per Oktober 2025.
Baca Juga: Dana Pensiun BCA Sesuaikan Portofolio SRBI di Tengah Pasar 2025 Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News