KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Asosiasi Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) angkat bicara mengenai rencana pemerintah yang menaikkan batas atas alokasi saham untuk dana pensiun dari 8% menjadi 20%. Asal tahu saja, keputusan alokasi investasi berada di tangan peserta DPLK masing-masing. Mengenai hal itu, Ketua Umum Asosiasi DPLK Tondy Suradiredja mengatakan rencana tersebut berpeluang membuat DPLK menambah jumlah alokasi di saham, meski keputusan investasi ada di tangan para peserta. Dengan catatan, melakukan literasi kepada para peserta mengenai penempatan di saham. "Realistis. Namun, kuncinya adalah literasi. Sebab, pilihan investasi ada di tangan peserta. Tantangan kami adalah mengedukasi masyarakat bahwa porsi saham yang tepat dapat memberikan potensi return jauh lebih tinggi dalam jangka panjang," katanya kepada Kontan, Rabu (4/2).
Asosiasi DPLK: Kenaikan Alokasi Saham Dana Pensiun Perlu Diiringi Literasi Peserta
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Asosiasi Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) angkat bicara mengenai rencana pemerintah yang menaikkan batas atas alokasi saham untuk dana pensiun dari 8% menjadi 20%. Asal tahu saja, keputusan alokasi investasi berada di tangan peserta DPLK masing-masing. Mengenai hal itu, Ketua Umum Asosiasi DPLK Tondy Suradiredja mengatakan rencana tersebut berpeluang membuat DPLK menambah jumlah alokasi di saham, meski keputusan investasi ada di tangan para peserta. Dengan catatan, melakukan literasi kepada para peserta mengenai penempatan di saham. "Realistis. Namun, kuncinya adalah literasi. Sebab, pilihan investasi ada di tangan peserta. Tantangan kami adalah mengedukasi masyarakat bahwa porsi saham yang tepat dapat memberikan potensi return jauh lebih tinggi dalam jangka panjang," katanya kepada Kontan, Rabu (4/2).