KONTAN.CO.ID - BEKASI. Upaya menertibkan truk bermuatan berlebih atau Over Dimension Over Loading (ODOL) di jalan tol mulai diperkuat dengan pemanfaatan teknologi pemantauan berbasis kamera dan kecerdasan buatan. Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) yang tergabung dalam Asosiasi Jalan Tol Indonesia kini mulai mengintegrasikan sistem kamera pengawas dari berbagai ruas tol untuk meningkatkan pengawasan lalu lintas, termasuk terhadap truk ODOL. Sekretaris Jenderal Asosiasi Jalan Tol Indonesia, Kris Ade Sudiyono, mengatakan bahwa ruas jalan tol di Indonesia tidak hanya dikelola oleh satu operator saja.
Selain PT Jasa Marga (Persero) Tbk, terdapat sejumlah BUJT lain yang juga mengoperasikan berbagai ruas tol.
Baca Juga: Kemenperin Ungkap Dampak Gejolak Timur Tengah ke Industri Plastik dan Kemasan
Selain PT Jasa Marga (Persero) Tbk, terdapat sejumlah BUJT lain yang juga mengoperasikan berbagai ruas tol. Meski berbeda pengelola, sistem pengawasan lalu lintas di beberapa ruas tol kini mulai terhubung dalam satu sistem monitoring. “Nah, itu memang ruas-ruasnya dimiliki bukan cuma Jasa Marga. Ada beberapa badan usaha jalan tol lain di luar Jasa Marga,” ujar Kris Ade, kepada Kompas.com (9/3/2026). “Tapi untuk keperluan monitoring traffic event Lebaran, semua surveillance system di ruas-ruas non-Jasa Marga pun terintegrasi ke sini,” kata dia. Ia mencontohkan sejumlah ruas tol yang dikelola operator lain namun kameranya sudah terhubung dengan pusat pemantauan. “Contoh Tol Cikopo–Palimanan. Itu milik Astra Infra. Lalu ruas Palikanci–Pejagan dan Pejagan–Pemalang itu milik Waskita Toll Road. Kameranya juga sudah terintegrasi ke sini (Jasa Marga),” katanya. Menurut Kris, integrasi sistem pengawasan tersebut saat ini memang masih difokuskan untuk mendukung pemantauan lalu lintas pada momen besar seperti arus mudik dan balik Lebaran.
Baca Juga: Lintasarta Salurkan Program Sosial Ramadan ke 1.500 Penerima di Berbagai Kota Namun, langkah ini juga menjadi fondasi penting untuk pengawasan lalu lintas yang lebih luas di masa depan. Salah satu fungsi yang tengah dikembangkan adalah pemantauan terhadap kendaraan ODOL. Pemerintah sendiri menargetkan penerapan kebijakan Zero ODOL atau bebas kendaraan dengan dimensi dan muatan berlebih mulai berlaku efektif pada awal 2027. Untuk mendukung kebijakan tersebut, PT Jasa Marga (Persero) Tbk telah mengembangkan sistem pemantauan truk ODOL melalui kamera pengawas di pusat kendali jalan tol atau Tollroad Command Center.
Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk, Rivan Achmad Purwantono, menjelaskan bahwa kamera yang digunakan tidak hanya berfungsi sebagai pengawas visual, tetapi juga dilengkapi teknologi kecerdasan buatan. “Ini tidak hanya sekadar kamera CCTV yang dapat melihat, tapi AI-nya juga sudah berjalan sehingga bisa untuk penindakan truk ODOL,” kata Rivan. Teknologi tersebut juga dilengkapi sistem radar yang mampu membaca informasi kendaraan secara lebih detail. Data yang ditampilkan di layar pemantauan mencakup dimensi kendaraan, berat muatan, hingga nomor pelat kendaraan. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News