KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Asosiasi kakao meminta pemerintah lebih teliti dalam melakukan pendataan produksi dan lahan. Pasalnya, keserampangan data antar kementerian dan lembaga berpotensi membuat proyeksi dan regulasi komoditas ini jadi tidak efektif. Direktur Eksekutif Asosiasi Industri Kakao Indonesia (AIKI) Sindra Wijaya meminta pemerintah sebaiknya memperbaiki pendataan akan lahan dan produktivitas antara Badan Pusat Statistik (BPS) dan Kementerian Pertanian. Pasalnya dalam catatan BPS, luas lahan kakao dilaporkan sebesar 1,69 juta hektare (ha) di tahun 2016. Sedangkan pada data laporan resmi BPS tahun 2017, luas lahan kakao telah mencapai 1,72 juta ha. Tak hanya itu, data produksi kakao versi Kemtan dilaporkan sebesar 688.000 ton pada tahun 2017. Sedangkan angka yang dimiliki asosiasi adalah 260.000 ton. "Perbedaan data harus segera diperbaiki, karena data yang akurat akan berpengaruh pada kebijakan pemerintah," tegas Sindra.
Asosiasi kakao minta pemerintah kaji ulang data lahan dan produksi
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Asosiasi kakao meminta pemerintah lebih teliti dalam melakukan pendataan produksi dan lahan. Pasalnya, keserampangan data antar kementerian dan lembaga berpotensi membuat proyeksi dan regulasi komoditas ini jadi tidak efektif. Direktur Eksekutif Asosiasi Industri Kakao Indonesia (AIKI) Sindra Wijaya meminta pemerintah sebaiknya memperbaiki pendataan akan lahan dan produktivitas antara Badan Pusat Statistik (BPS) dan Kementerian Pertanian. Pasalnya dalam catatan BPS, luas lahan kakao dilaporkan sebesar 1,69 juta hektare (ha) di tahun 2016. Sedangkan pada data laporan resmi BPS tahun 2017, luas lahan kakao telah mencapai 1,72 juta ha. Tak hanya itu, data produksi kakao versi Kemtan dilaporkan sebesar 688.000 ton pada tahun 2017. Sedangkan angka yang dimiliki asosiasi adalah 260.000 ton. "Perbedaan data harus segera diperbaiki, karena data yang akurat akan berpengaruh pada kebijakan pemerintah," tegas Sindra.