KONTAN.CO.ID - LABUANBAJO. Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia atau Association of The Indonesian Tours dan Travel Agencies ( Asita) cabang Kabupaten Manggarai Barat, Flores, NTT menolak keras rencana Gubernur Nusa Tenggara Timur Viktor Bungtilu Laiskodat untuk menutup Taman Nasional Komodo selama setahun. "Kami sudah melakukan pertemuan dengan seluruh pelaku pariwisata di Manggarai tentang rencana Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur yang disampaikan Gubernur NTT untuk menutup Taman Nasional Komodo selama setahun. Hasil pertemuan itu, Asita Kab. Manggarai Barat dan seluruh pelaku pariwisata menolak rencana itu," jelas Ketua Pelaksana Harian Asita Cabang Manggarai Barat, Donatur Matur kepada KOMPAS.com, Selasa (22/1). Matur menjelaskan, pernyataan Gubernur NTT di publik tentang rencana menutup TN Komodo selama setahun membuat pelaku pariwisata di Manggarai Barat serta Asita cabang Manggarai Barat tidak tenang. Wisatawan asing dan agen perjalanan wisata dunia terus bertanya kepada Asita Manggarai Barat tentang rencana tersebut.
Asosiasi pariwisata NTT tolak rencana penutupan Taman Nasional Komodo
KONTAN.CO.ID - LABUANBAJO. Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia atau Association of The Indonesian Tours dan Travel Agencies ( Asita) cabang Kabupaten Manggarai Barat, Flores, NTT menolak keras rencana Gubernur Nusa Tenggara Timur Viktor Bungtilu Laiskodat untuk menutup Taman Nasional Komodo selama setahun. "Kami sudah melakukan pertemuan dengan seluruh pelaku pariwisata di Manggarai tentang rencana Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur yang disampaikan Gubernur NTT untuk menutup Taman Nasional Komodo selama setahun. Hasil pertemuan itu, Asita Kab. Manggarai Barat dan seluruh pelaku pariwisata menolak rencana itu," jelas Ketua Pelaksana Harian Asita Cabang Manggarai Barat, Donatur Matur kepada KOMPAS.com, Selasa (22/1). Matur menjelaskan, pernyataan Gubernur NTT di publik tentang rencana menutup TN Komodo selama setahun membuat pelaku pariwisata di Manggarai Barat serta Asita cabang Manggarai Barat tidak tenang. Wisatawan asing dan agen perjalanan wisata dunia terus bertanya kepada Asita Manggarai Barat tentang rencana tersebut.