Asosiasi Pebisnis Vape Dorong Penindakan Tegas agar Tak Disalahgunakan



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Asosiasi pelaku usaha menyayangkan maraknya kasus penyalahgunaan rokok elektronik atau vape yang dikaitkan dengan konsumsi narkotika. Fenomena tersebut merupakan pelanggaran hukum yang harus ditindak tegas karena tidak mencerminkan kepatuhan industri vape legal, yang selama ini beroperasi sesuai dengan ketentuan peraturan yang berlaku. Penyalahgunaan ini mengkhawatirkan bagi berbagai pihak, termasuk pelaku usaha.

Ketua Asosiasi Ritel Vape Indonesia (ARVINDO), Fachmi Kurnia menyatakan, pihaknya mengutuk keras segala bentuk penyalahgunaan narkoba, termasuk yang menggunakan vape sebagai media untuk menggunakan produk terlarang.

“Sudah pasti kami mengutuk semua penyalahgunaan narkoba, apa pun medianya. Kami juga berterima kasih kepada aparat yang merazia tempat hiburan malam dan menemukan peredaran narkoba dengan menggunakan vape sebagai perantara,” ujar Fachmi, Selasa (3/2).


Baca Juga: Perkumpulan Produsen E-Liquid Indonesia Dorong Kebijakan Strategis di Industri Vape

Fachmi menegaskan, ARVINDO secara aktif bekerja sama dengan kepolisian, Bea Cukai, hingga Badan Narkotika Nasional (BNN) apabila menemukan indikasi aktivitas mencurigakan yang mengatasnamakan vape.

“Belum lama ini kami melaporkan ke BNN tentang aktivitas sebuah kios dengan tulisan toko vape yang mencurigakan, tetapi tidak memiliki etalase liquid dan perangkat vape. Disinyalir tulisan vape store hanya dijadikan kedok untuk menjual obat-obatan terlarang,” jelasnya.

Fachmi menilai, maraknya pemberitaan dengan narasi yang menyudutkan vape berpotensi mengaburkan fungsi utama dari produk tembakau alternatif sebagai opsi untuk beralih dari kebiasaan merokok. Sebab, sampai saat ini, seluruh produk vape legal yang berpita cukai tidak pernah ditemukan memiliki kandungan narkotika.

Hasil riset Universitas Bern berjudul “Electronic Nicotine-Delivery Systems for Smoking Cessation”  yang dipublikasikan di New England Journal of Medicine pada Februari 2024 lalu itu menyimpulkan bahwa vape lebih efektif dibandingkan konseling berhenti merokok yang tidak memanfaatkan produk tembakau alternatif ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan vape dalam konseling secara intensif meningkatkan pantangan untuk kembali merokok sebesar 21%.

Seiring dengan pernyataan komitmen pihaknya untuk kolaborasi dengan pihak berwenang, ARVINDO menegaskan dukungannya agar pemerintah semakin memperkuat berbagai upaya pemberantasan narkoba.

“Kami berharap penegak hukum dapat menindak sekeras mungkin semua penyalahgunaan narkoba, bukan hanya yang menggunakan vape,” kata Fachmi.

Pandangan senada disampaikan Ketua Asosiasi Personal Vaporizer Indonesia (APVI), Budiyanto. Ia menegaskan bahwa penyalahgunaan vape untuk narkotika merupakan tindakan kriminal yang sama sekali tidak mencerminkan industri produk tembakau alternatif yang legal dan bertanggung jawab.

“Pelaku penyalahgunaan narkoba bukan bagian dari ekosistem industri vape. Justru kami yang paling dirugikan secara reputasi akibat ulah segelintir oknum yang menyalahgunakan teknologi untuk kepentingan ilegal,” ujar Budiyanto.

Menurutnya, substansi yang disalahgunakan bukanlah produk vape legal, melainkan narkotika yang dimasukkan secara ilegal ke dalam perangkat. APVI menyatakan dukungan penuh terhadap langkah aparat hukum untuk menindak tegas jaringan narkotika, tanpa menggeneralisasi industri vape sebagai pihak yang bersalah.

“Penegakan hukum harus fokus pada zat terlarang dan rantai peredarannya, memperkuat koordinasi lintas lembaga, serta membedakan secara jelas produk legal dengan modifikasi ilegal,” ujarnya.

Ke depan, asosiasi pelaku usaha produk tembakau alternatif berharap pemerintah dapat memisahkan secara tegas isu narkotika dari pengaturan rokok elektronik, sekaligus melibatkan industri sebagai mitra strategis dalam pencegahan penyalahgunaan.

“Dengan kebijakan yang tegas terhadap narkoba namun berbasis bukti dan proporsional, negara dapat melindungi masyarakat sekaligus menjaga kepastian usaha dan ruang inovasi,” kata Budiyanto

Selanjutnya: CEO Incode: Gen Z Lebih Unggul di Industri AI karena Minim Bias dan Berpikir Segar

Menarik Dibaca: Desain iPhone 17e: Bezel Tipis dan Charger Super Cepat Menanti

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News