KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Rencana pemerintah mengimpor 580.000 ekor ayam dari Amerika Serikat (AS) dalam skema The Agreement on Reciprocal Trade (ART) dinilai tidak mengganggu peternak lokal. Impor tersebut merupakan kebutuhan rutin industri perunggasan untuk menjaga kesinambungan pasokan bibit ayam nasional. Ketua Asosiasi Perusahaan Perunggasan Indonesia sekaligus Komisaris Utama dan Komisaris Independen PT Sreeya Sewu Indonesia Tbk, Antoni J. Supit, menegaskan ayam yang diimpor bukan untuk dikonsumsi masyarakat. “Ini saya perlu klarifikasi. Itu bukan ayam yang seperti yang sehari-hari kita makan. Jadi di industri ayam itu ada namanya Grand Parent Stock (GPS). Itu kakeknya ayam,” ujar Antoni kepada Kontan, Rabu (25/2).
Asosiasi Unggas Nilai Impor Ayam AS Tak Ganggu Industri Perunggasan Dalam Negeri
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Rencana pemerintah mengimpor 580.000 ekor ayam dari Amerika Serikat (AS) dalam skema The Agreement on Reciprocal Trade (ART) dinilai tidak mengganggu peternak lokal. Impor tersebut merupakan kebutuhan rutin industri perunggasan untuk menjaga kesinambungan pasokan bibit ayam nasional. Ketua Asosiasi Perusahaan Perunggasan Indonesia sekaligus Komisaris Utama dan Komisaris Independen PT Sreeya Sewu Indonesia Tbk, Antoni J. Supit, menegaskan ayam yang diimpor bukan untuk dikonsumsi masyarakat. “Ini saya perlu klarifikasi. Itu bukan ayam yang seperti yang sehari-hari kita makan. Jadi di industri ayam itu ada namanya Grand Parent Stock (GPS). Itu kakeknya ayam,” ujar Antoni kepada Kontan, Rabu (25/2).
TAG: