KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Emiten perkebunan kelapa sawit, PT Astra Agro Lestari Tbk (
AALI) memantau potensi dampak fenomena El Ninoo terhadap produktivitas kebun sawit. Direktur AALI Tingning Sukowignjo mengatakan pihaknya tentu mewaspadai efek kekeringan yang dapat memengaruhi produksi tandan buah segar (TBS), termasuk dampaknya yang berpotensi berlanjut hingga 2027. Menurutnya, kondisi cuaca menjadi salah satu faktor yang terus dipantau perusahaan karena dapat memengaruhi produktivitas tanaman. Namun, dampak perubahan iklim terhadap tanaman kelapa sawit tidak selalu terlihat secara langsung ketika kondisi cuaca terjadi.
Baca Juga: Penjualan Produk Lokal Tembus 4 Miliar, Shopee Terus Dorong Pertumbuhan UMKM "Dampak kondisi iklim terhadap tanaman kelapa sawit juga memiliki karakter lagging, sehingga pengaruhnya tidak selalu terlihat secara langsung pada saat kondisi cuaca terjadi," ujar Tingning kepada KONTAN, Senin (5/10/2026).
Menurut dia, dampak kondisi cuaca terhadap produktivitas juga dapat berbeda di setiap wilayah operasional. Karena itu, AALI terus memantau kondisi kebun dan produktivitas di masing-masing wilayah. "Yang menjadi perhatian kami adalah bagaimana memastikan tanaman tetap memiliki kondisi pertumbuhan yang optimal melalui praktik agronomi yang baik, pengelolaan kebun, penggunaan material tanaman unggul, serta pengelolaan sumber daya secara efisien," jelasnya. Memasuki 2027, AALI belum menetapkan proyeksi kuantitatif mengenai dampak El Nino terhadap produksi 2027. Perusahaan masih mencermati perkembangan kondisi cuaca serta pengaruhnya terhadap tanaman di wilayah operasional. Dari sisi mitigasi, AALI memperkuat pengelolaan kebun melalui penerapan Good Agricultural Practices (GAP), penggunaan bibit unggul, dan pengelolaan sumber daya secara efisien. Pengelolaan air juga menjadi salah satu aspek penting untuk menjaga kondisi tanaman ketika menghadapi dinamika iklim. Selain memperkuat praktik agronomi, AALI mempercepat program peremajaan tanaman atau replanting dengan menggunakan material tanaman unggul hasil pengembangan riset dan pengembangan (Research & Development) Astra Agro.
Baca Juga: Ekspor Sawit Agustus 2026 Naik 12,56%, Stok Indonesia Turun Jadi 2,21 Juta Ton Tingning mengatakan, perusahaan telah merilis tiga varietas unggul pada 2025, yakni DxP AAL Nirmala MRG, DxP AAL Lestari MRG, dan DxP AAL Sejahtera MRG. Ketiga varietas tersebut memiliki ketahanan terhadap Ganoderma dan diharapkan dapat mendukung produktivitas kebun pada masa mendatang. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya AALI menjaga produktivitas tanaman di tengah dinamika kondisi iklim.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News