Astra Agro turut menggarap lahan perbatasan



JAKARTA. PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) mengajukan permohonan untuk turut mengelola perkebunan sawit perbatasan ke Kementerian Pertanian (Kemtan). AALI siap turut membangun infrastruktur untuk kebun kelapa sawit di perbatasan Kalimantan.

Widya Wiryawan, Direktur Utama AALI mengatakan, ide pembangunan perbatasan kelapa sawit menguntungkan banyak pihak. Buat perusahaan, dapat menambah produksi kelapa sawit dan meningkatkan pendapatan. Bagi penduduk setempat mengentaskan pengangguran. Sedangkan buat negara dapat menambah devisa negara jika orientasinya untuk ekspor.

"Tapi kami (pengusaha) masih menunggu aturan misalnya dalam bentuk Peraturan Presiden. Setelah itu baru kami bergerak," ujar Widya, Selasa (14/4) kemarin.


AALI bahkan telah berkirim surat ke Kemtan dan mendeklarasikan siap untuk berpartisipasi membangun kebun kelapa sawit. Hanya saja, Widya mengaku belum menyatakan komitmen berapa luas lahan kebun kelapa sawit yang ingin digarap AALI.

Widya menggarisbawahi kalaupun perbatasan kelapa sawit bisa digarap maka pemerintah juga harus siap memberikan kemudahan. Misalnya lewat pengajuan izin usaha serta legalitas kawasan hutan juga harus clear.

Sebelumnya, pekan lalu Presiden Joko Widodo telah menyatakan dukungannya dan komitmen pemerintah untuk pembukaan lahan kelapa sawit seluas 1 juta ha di perbatasan Kalimantan dan Malaysia.

Dalam catatan pengusaha kelapa sawit, ada sekitar 2 juta hektar (ha) potensi perbatasan lahan di Kalimantan yang bisa dimanfaatkan. Lebih besar dari hitungan pemerintah yang menyebut daerah perbatasan lahan yang dapat dioptimalkan menjadi kebun seluas 1 juta ha.

Dari luas lahan 2 juta ha maka potensi produksi tambahan CPO bisa mencapai 10 juta ton. Produksi CPO tahun ini mencapai 33 juta ton naik sebesar 6,4% dibandingkan tahun 2014. Pada tahun 2014 lalu, produksi CPO mencapai 31,5 juta ton. Maka, produksi CPO bisa mencapai 40 juta ton setahun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Yudho Winarto