Astra Credit Companies Cermati Efek Pembatasan BBM pada Pembiayaan Kendaraan Listrik



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang terbatas akibat konflik Timur Tengah, berpotensi mendorong masyarakat mengalihkan minat ke kendaraan listrik.

PT Astra Sedaya Finance atau yang dikenal sebagai Astra Credit Companies (ACC) menyebut kondisi itu memang memungkinkan ada peluang peningkatan perubahan preferensi masyarakat ke kendaraan listrik. 

Namun, EVP Corporate Communication & Strategy ACC Riadi Prasodjo mengatakan pihaknya masih akan terus memantau dampaknya terhadap pembiayaan kendaraan listrik.


"Dampak kondisi tersebut terhadap pembiayaan kendaraan listrik masih perlu dicermati lebih lanjut," ungkapnya kepada Kontan, Jumat (3/4/2026).

Baca Juga: Jumlah Peserta Aktif BPJS Ketenagakerjaan Capai 47,2 Juta per Februari 2026

Lebih lanjut, ACC melihat prospek pembiayaan kendaraan listrik tahun ini tetap positif. Namun, Riadi mengatakan terdapat juga tantangan yang akan membayangi kinerja pembiayaan kendaraan listrik tahun ini. 

"Tantangan tetap ada dari segi perkembangan harga dan teknologi yang dinamis, serta ketidakpastian pasar kendaraan bekas untuk segmen kendaraan mobil listrik," katanya.

Mengenai kinerja, Riadi menerangkan pembiayaan kendaraan listrik ACC menunjukkan pertumbuhan sebesar dobel digit per Februari 2026, dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sayangnya, tak dibeberkan nilai yang dibukukan perusahaan.

Riadi menambahkan ACC akan menerapkan sejumlah strategi untuk terus mendorong kinerja pembiayaan kendaraan listrik pada 2026. Dia bilang strateginya melalui peningkatan kerja sama dengan mitra dealer dan peningkatan layanan kepada pelanggan. 

Baca Juga: Ikuti Aturan, BCA Terapkan Threshold Transaksi Valas Baru per 1 April 2026

Sebagai informasi, data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, kinerja pembiayaan kendaraan listrik multifinance tumbuh secara signifikan. Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK Agusman mengatakan pembiayaan kendaraan listrik multifinance mencapai Rp 21,05 triliun per Januari 2026.

"Nilainya tumbuh 39,13%, jika dibandingkan periode sama tahun sebelumnya," ungkapnya dalam lembar jawaban tertulis RDK OJK, Kamis (5/3).

Agusman menyampaikan pertumbuhan signifikan itu didorong peningkatan penjualan kendaraan listrik. Dia juga memperkirakan pembiayaan kendaraan listrik multifinance akan tetap tumbuh positif pada 2026, sejalan tren elektrifikasi kendaraan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News