KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Astra International Tbk dan PT Djarum Group pada Rabu (14/10/2026) mendukung program tiga juta rumah pemerintah. Berdasarkan data Kementerian Perumahan Kawasan Permukiman, per 14 Oktober 2026, kedua perusahaan menargetkan bantuan pembangunan dan renovasi sebanyak 7.283 unit rumah sepanjang 2026. Dukungan tersebut menjadi bagian dari kontribusi sektor swasta dalam program perumahan pemerintah. Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait mengatakan, perusahaan yang berkontribusi dalam program ini perlu menjalankan pembangunan secara langsung, tanpa menjadikan pemerintah sebagai perantara bisnis.
“Perintah saya cuma satu kita tidak ada kepentingan jadi kontraktor, supplier, developer, konsultan. Yang memilih tempatnya juga langsung perusahaannya, yang bangunnya juga perusahaannya,” ujar Ara dalam pertemuan dengan perwakilan Astra dan Djarum, Rabu (14/10/2026).
Baca Juga: Mati Lampu di Batam, Danantara Minta Maaf:PLN Batam Tak Andalkan Subsidi & Kompensasi Astra menargetkan bantuan untuk 4.000 unit rumah pada 2026, meningkat dari komitmen awal sebanyak 3.250 unit. Target tersebut terdiri atas pembangunan 2.430 unit rumah baru dan renovasi 1.570 unit rumah. Hingga 14 Oktober 2026, realisasi yang tercatat baru 100 unit, seluruhnya berupa renovasi rumah. Berdasarkan data PKP, program Astra mencakup pembangunan rumah bagi warga terdampak bencana di Aceh Tamiang, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Targetnya masing-masing 280 unit di Aceh Tamiang, 90 unit di Tapanuli Tengah, serta 60 unit di Agam. Astra juga merencanakan pembangunan rumah susun (rusun) sebanyak 1.000 unit di Tanah Abang, Jakarta Pusat, serta 1.000 unit di Kiara Condong, Bandung, Jawa Barat. Berdasarkan data lapangan PKP, kedua rencana pembangunan rusun tersebut masih menunggu kepastian status lahan. Untuk renovasi rumah, program Astra mencakup sejumlah wilayah di Jakarta, antara lain Tanjung Priok, Menteng, Gambir, Sawah Besar, Senen, Cempaka Putih, Tanah Abang, dan Kemayoran. Di Menteng, dari target 300 unit, sebanyak 100 unit telah selesai direnovasi. Chief of Corporate Affairs PT Astra International Tbk Boy Kelana Soebroto mengatakan, perusahaan berupaya merealisasikan komitmen bantuan perumahan bersama Kementerian PKP dengan menyasar masyarakat yang membutuhkan.
Baca Juga: Ekspor Nikel Tembus US$40 Miliar, Pemerintah Bidik Investasi Hilirisasi US$618 Miliar “Semoga ini memberikan manfaat buat masyarakat yang membutuhkan, sejalan dengan cita-cita Astra untuk sejahtera bersama bangsa,” ujar Boy. Sementara itu, Djarum menargetkan bantuan untuk 3.283 unit pada 2026, terdiri atas pembangunan 500 rumah baru dan renovasi sanitasi 2.783 rumah. Hingga 14 Oktober 2026, sebanyak 2.138 unit telah terealisasi, yakni 352 rumah baru dan 1.786 unit renovasi sanitasi. Dengan demikian, masih ada 1.145 unit yang belum selesai. Djarum mengalokasikan anggaran CSR sebesar Rp 45 miliar pada 2026. Dari jumlah tersebut, Rp 35 miliar dialokasikan untuk pembangunan fisik rumah baru dan Rp 10 miliar untuk sanitasi serta dukungan renovasi. General Manager Community Development PT Djarum Group Achmad Budiharto mengatakan, bantuan tersebut merupakan kontribusi perusahaan dalam mendukung program tiga juta rumah pemerintah. Pelaksanaan program Djarum diprioritaskan di Kudus dan sejumlah daerah lain di Jawa Tengah. Untuk pembangunan rumah baru, program Djarum mencakup Kudus, Brebes, Wonogiri, Salatiga, Pati, Kabupaten Semarang, Rembang, dan Temanggung. Adapun renovasi sanitasi dilakukan di Kudus, Brebes, Wonogiri, dan Temanggung. Kontribusi Djarum juga berlanjut dari tahun sebelumnya. Pada 2025, perusahaan tersebut merealisasikan bantuan sebanyak 2.517 unit, terdiri atas 2.182 renovasi rumah dan 335 pembangunan rumah baru, yang seluruhnya berada di Jawa Tengah. “Jadi sekali lagi kita ini masuk dalam program mendukung program tiga juta rumah dari Presiden Prabowo. Inilah kontribusi dari kita,” ujar Budiharto. Dalam pelaksanaan program, pemerintah juga melibatkan Badan Pusat Statistik (BPS) untuk memeriksa data calon penerima bantuan agar tidak terjadi duplikasi serta memastikan bantuan menyasar kelompok masyarakat yang tepat. Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan, pihaknya telah menerima data calon penerima bantuan dari Astra dan Djarum untuk dilakukan pemeriksaan. BPS juga memetakan tingkat kesejahteraan calon penerima bantuan Astra berdasarkan data yang diterima.
Dari sekitar 2.242 data calon penerima bantuan Astra yang diterima BPS, hasil pemetaan menunjukkan calon penerima tersebut berada pada desil 1 hingga 4, yakni kelompok 40% masyarakat dengan tingkat kesejahteraan terbawah. “Tugas kami adalah membantu untuk melakukan salah satunya clearing data. Tadi kami sudah menerima dari Djarum dan juga dari Astra. Ada beberapa yang kami lihat ada yang duplikat. Artinya itu yang kami bersihkan, kami bantu bersihkan supaya nanti bantuannya memang betul-betul ke orang-orang tertentu, tidak duplikasi,” ujar Amalia. BPS juga menyatakan siap mendukung pemetaan lokasi permukiman kumuh di Jakarta sebagai salah satu bahan pertimbangan untuk menentukan sasaran bantuan perumahan berikutnya. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News