Astra Graphia akan tambah 100 diler penjualan



JAKARTA. PT Astra Graphia Tbk (ASGR) berencana mengevaluasi anak usaha PT Agit Monitise. Ini adalah perusahaan patungan anak usaha Grup Astra International dengan perusahaan asal Hongkong, Monitise Asia Pacific Limited.

Rupanya, sepanjang dua tahun sejak perusahaan ini berdiri belum menunjukan kinerja yang positif. "Kami sedang mereview opsi terbaik yang harus kami ambil," kata Herrijadi Halim, Direktur Utama Astra Graphia, Kamis (24/4).

Namun Harry enggan membeberkan keputusan yang akan diambil. Yang jelas, ia tidak ingin gegabah dalam membuat keputusan. Sebab pengembangan lini bisnis anak usaha yang bergerak di bidang jasa layanan bergerak seperti mobile banking, mobile banking dan mobile commerce ini tidak bisa dilakukan dalam waktu singkat.


Catatan saja, Agit Monitise sudah berdiri sejak 2011 dengan komposisi saham Astra Graphia mengempit sebesar 51%, sisanya oleh Monitise Asia Pasific. Tahun lalu, Agit Monitise mencatatkan pendapatan Rp 1 miliar saja.

Pada Januari 2013 Agit Monitise baru meluncurkan aplikasi mobile payment berbasis Blackberry messenger hasil kerja sama dengan Bank Permata. Kemudian pada Agustus 2013 dilucurkan aplikasi pembayaran telepon dan PLN.

Selain evaluasi, rupanya di tahun ini, Astra Graphia juga tidak akan mengalokasikan dana ke anak usahanya tersebut. Wanny Wijaya, Direktur Keuangan Astra Graphia mengatakan dari alokasi dana belanja modal Rp 250 miliar tahun ini, akan lebih banyak terpakai untuk lini bisnis solusi dokumen. "Bisnis utama di Astra Graphia adalah document solution (solusi dokumen). Ini untuk menopang bisnis kami yang lainnya,” imbuhnya.

Sayangnya ia enggan merinci berapa persisnya dana yang disiapkan untuk pengembangan solusi dokumen. Wenny hanya mengatakan khusus untuk bidang tersebut di tahun ini perseroan ini akan membangun lebih dari 100 diler penjualan di sejumlah kota di Indonesia.

Menurutnya mulai tahun ini perusahaan ini mulai merubah stretegi dengan tidak lagi menambah cabang melainkan justru membangun diler. Perusahaan pemegang lisensi Fuji Xerox di Indonesia ini beralasan dengan membangun diler maka dalam hal pendanaan pihaknya bisa bekerja sama dengan mitra kerja.

Meski banyak kalangan memprediksi pertumbuhan ekonomi tidak akan berkembang baik tahun ini lantaran pemilu tetapi itu tak dianggap sebagai halangan. Wanny tetap optimistis dengan sejumlah strategi yang disiapkannya, tahun ini perseroan berharap bisa mencatatkan pertumbuhan pendapatan hingga doble digit atau lebih tinggi dari tahun lalu.

Sampai kurtal I-2014, perseroan ini berhasil mencatatkan pendapatan sekitar Rp 435 miliar atau mengalami peningkatan 14% dibanding perolehan tahun sebelumnya. Sama dengan perolehan tahun sebelumnya, pendapatan terbesar masih disumbang dari lini bisnis solusi dokumen dengan pemasukan Rp 308,31 miliar. Kemudian diikuti lini technology solution sekitar Rp 109,97 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Markus Sumartomjon