Astra Graphia (ASGR) Berpotensi Beri Dividend Yield 11,79%, Analis Ingatkan Risikonya



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Saham PT Astra Graphia Tbk (ASGR) melesat pada perdagangan Rabu (30/9/2026). Kenaikan harga tersebut di tengah sorotan investor terhadap rencana pembagian dividen interim perusahaan. Harga saham ASGR ditutup naik 13,51% menjadi Rp 2.520 per saham pada Rabu.

Dengan harga tersebut, dividen interim ASGR sebesar Rp 297 per saham menawarkan potensi dividend yield sekitar 11,79%. Perhitungan ini berasal dari nilai dividen per saham dibandingkan harga ASGR pada penutupan perdagangan Rabu.

Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta mengatakan, meski harga saham ASGR terus naik, potensi dividen masih cukup menarik untuk dicermati. Apalagi bagi investor yang berorientasi pada dividend play.


Baca Juga: AALI Bagi Dividen Interim Rp 233 dengan Potensi Yield 2,91%, Simak Jadwalnya

“Dengan dividen interim sebesar Rp 297 per saham, ASGR menawarkan daya tarik terutama bagi investor yang berorientasi pada dividend play, dengan tetap memperhatikan potensi aksi profit taking menjelang maupun setelah cum date,” kata Nafan kepada Kontan, Rabu (30/9/2026).

Dengan harga ASGR sebesar Rp 2.520 per saham dan dividen interim Rp 297 per saham, ASGR memiliki potensi dividend yield sekitar 11,79%. Angka tersebut diperoleh dari perbandingan nilai dividen per saham dengan harga saham ASGR saat ini.

Namun, Nafan mengingatkan bahwa dividend yield tersebut merupakan perhitungan berdasarkan harga ASGR saat ini. Artinya, apabila harga saham kembali naik sebelum cum date, potensi dividend yield secara matematis akan semakin rendah.

Di sisi lain, kenaikan harga ASGR yang sudah mencapai 13,51% dalam sehari juga perlu dicermati investor.

“Kenaikan tersebut berpotensi membuat sebagian ekspektasi pasar terhadap dividen interim sudah tercermin dalam harga, sehingga investor sebaiknya tidak terlalu agresif mengejar harga,” ujar Nafan.

Menurutnya, adanya potensi konsolidasi atau aksi profit taking setelah kenaikan harga yang cukup tajam, terutama ketika saham memasuki periode ex-dividend.

Meski begitu, prospek ASGR tidak hanya ditopang oleh sentimen pembagian dividen. Nafan melihat perseroan masih memiliki katalis dari pertumbuhan bisnis solusi teknologi informasi dan digitalisasi.

Baca Juga: Danantara Bakal Kantongi 5%-10% Saham BEI Usai Demutualisasi

Selain itu, kinerja semester I-2026 juga menunjukkan pertumbuhan laba yang cukup positif. Kondisi tersebut membuat kenaikan harga ASGR tidak hanya ditopang oleh faktor dividen.

“Dalam jangka pendek katalis utama ASGR adalah dividen interim, sedangkan dalam jangka menengah keberlanjutan pertumbuhan laba dan kinerja bisnis IT akan menjadi faktor penting untuk menjaga tren positif sahamnya,” jelas Nafan.

Nafan menyarankan, investor tetap perlu mencermati pergerakan ASGR setelah kenaikan signifikan pada perdagangan Rabu, terutama menjelang cum date maupun setelah memasuki periode ex-dividend.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News