KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Astra International Tbk (
ASII) optimistis kinerja operasional maupun keuangan perusahaan akan mencatatkan perbaikan sepanjang semester II-2026, ditopang oleh sejumlah sektor usaha yang diproyeksikan tetap tangguh hingga akhir tahun. Presiden Direktur ASII Rudy menyampaikan, lini bisnis otomotif dan jasa keuangan diperkirakan masih akan tetap resilient pada paruh kedua tahun ini. Khusus di segmen otomotif, ASII juga masih mampu mempertahankan dominasi pasar dengan pangsa penjualan kendaraan roda empat yang bertahan di kisaran 50%. Sementara itu, sektor solusi pertambangan dan alat berat juga diproyeksikan menunjukkan perbaikan kinerja. Salah satu pendorong utamanya adalah kembali beroperasinya tambang emas Martabe sejak Mei 2026, serta potensi peningkatan produksi batu bara seiring adanya revisi Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) di sektor tersebut.
Baca Juga: Obligasi ASEAN Tertekan, SBN Indonesia Masih Tawarkan Imbal Hasil Menarik "Jadi intinya Astra akan tetap resilien bertumbuh, dengan jangka panjang berkelanjutan untuk shareholders, dengan harapan bahwa semester kedua ini akan lebih baik daripada semester pertama," kata Rudy dalam agenda paparan pubik, Kamis (10/9/2026). Tim analis Stockbit Sekuritas mengatakan, kinerja ASII akan pulih signifikan pada semester II-2026, sehingga masih dapat mengejar proyeksi laba bersih konsensus di level Rp 29 triliun. Ini didorong oleh proyeksi tidak adanya lagi beban
one-off yang signifikan pada paruh kedua tahun 2026 serta potensi revisi naik RKAB dan kelanjutan pemulihan produksi emas Martabe. Alhasil, kinerja UNTR diproyeksi dapat pulih signifikan pada semester II-2026.
"Oleh karena itu, kami menilai ASII masih berpeluang untuk mencetak laba bersih di kisaran Rp 28 triliun hingga Rp 29 triliun selama 2026, meski realisasi semester I-2026 masih tertinggal," tulis tim Stockbit Sekuritas. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News