Astra Modern Land akan luncurkan kluster hunian seharga Rp 2,5 miliaran di Jakarta



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Astra Modern Land terus mempercepat pengembangan proyek Township Asya di kawasan Jakarta Garden City (JGC) Jakarta Timur setelah resmi diluncurkan pada akhir 2017. Pada kuartal I 2018, perusahaan akan kembali memperkenalkan kluster baru di proyek seluas 70 hektare (ha) tersebut.

Astra Modern Land akan merilis kluster hunian bertajuk Matana. Ini akan menjadi kluster perumahan kedua yang akan dibangun perusahaan di Asya setelah tahun lalu memasarkan Kluster Semayang sebanyak 211 unit dan habis terjual.

Serupa dengan Semayang, kluster ini mengadopsi dari nama Matano yaitu nama salah satu sungai di Kalimantan. Kluster ini nantinya akan merangkum sebanyak 210 unit rumah eksklusif yang terdiri dari 6 tipe yaitu tipe 7 (7x14m), tipe 9 (9X14m), tipe 12 Corner House (12X14m), tipe 13 Corner House (13x14 m), tipe 9 Deluxe House (9X17m) serta tipe 12 Corner Deluxe (12x17m).

Namun, tahap pertama akan diluncurkan sebanyak 93 unit yang akan dibanderol dengan harga mulai Rp 2,5 miliar. Produk ini serupa dengan Semayang yaitu memiliki ceiling living room setinggi 4,3 meter, ketinggian Master Bedroom di 3,9 meter, smart digital door lock melalui finger print dan kartu, CCTV di area pintu masuk dan living room.

Presiden Direktur Astra Modern Land, Wibowo Muljono menuturkan, hunian yang dikembangkan di kawasan perumahan Asya memiliki konsep ramah lingkungan dan mengutamakan kenyamanan bagi penghuninya. ”Selain dapat memaksimalkan ruang, faktor kenyamanan inilah yang kami adopsi dalam mengembangkan Township Asya,” ujar Wibowo dalam keterangan resmi yang diterima Kontan.co.id, Rabu (21/3).

Kluster Matana lebih eksklusif dibanding kluster sebelumnya, Semayang. Di dalam kluster Matana, nantinya juga akan dibangun kluster facility, menggenapi 2 club house besar di area Asya dan Jakarta Garden City.

Direktur PT Astra Modern Land, Panji Nurfirman mengatakan, unit-unit yang sudah dipasarkan di Township Asya akan diseraahterimakan dalam 24 bulan ke depan. Menurutnya, kota terpadu ini memiliki kelebihan karena kawasan tersebut akan dilengkapi dengan danau seluas 15 ha, dekat dengan pusat perbelanjaan AEON Mall, dan memiliki akses transportasi yang bagus.

Township Asya akan dikembangkan dalam 15 tahun ke depan dengan investasi sebesar Rp 20 triliun. Proyek ini akan dikembangkan menjadi kota mandiri yang didalamnya akan ada landed house,kondominium low rise, lake villas, area komersial, dan area ruang terbuka publik.

Astra Modern Land merupakan perusahaan joint venture antara PT Astra Land Indonesia (perusahaan joint venture antara Astra International dan Hongkong Land Ltd) dan PT Mitra Sindo Makmur (anak perusahaan PT Modernland Realty Tbk).

Kehadiran Township Asya semakin menambah semarak bisnis properti di Jakarta Timur. Sejumlah pengamat menilai prospek kawasan Jakarta Timur semakin prospektif sejalan dengan pembangunan infrastruktur yang dilakukan pemerintah. Rencana pembangunan infrastruktur yang masif disertai dengan harga tanah yang relatif masih rendah dibandingkan dengan wilayah Jakarta lainnya, memberikan peluang bertumbuhnya pasar lebih tinggi.

Lembaga pemerhati industri Properti, Indonesia Property Watch (IPW) mencatat, dalam 3 tahun terakhir, pertumbuhan harga tanah perumahan di Jakarta Timur menempati urutan tertinggi sebesar 5,58% per tahun, dibandingkan Jakarta Selatan sebesar 4,19%, Jakarta Pusat 4,19%, Jakarta Barat 4,15%, dan Jakarta Utara 2,85%.

”Berdasarkan rating wilayah yang dilakukan Indonesia Property Watch dengan mempertimbangkan aspek potensi wilayah dan infrastruktur, pertumbuhan harga tanah, tingkat persaingan, dan image lokasi, Jakarta Timur berada di urutan tertinggi, disusul Jakarta Barat, Jakarta Selatan, Jakarta Utara dan Jakarta Pusat,” ujar Ali Tranghanda.

Menurut Ali, masih belum terkoneksinya ruas-ruas tol di koridor timur membuat banyak potensi pasar properti yang belum muncul di Jakarta Timur. Namun, dengan terhubungnya tol Cakung ke Cilincing-Tanjung Priok akan memberikan potensi yang luar biasa bagi pertumbuhan pasar properti di wilayah sekitarnya.

Selain pasar perumahan landed yang masih terbuka lebar di Jakarta Timur khususnya di segmen menengah atas, maka ke depan pasar apartemen dan komersial, lanjut Ali, akan semakin berkembang mengejar ketertinggalannya dibandingkan dengan wilayah lainnya.

Sebagai salah satu arah pelebaran wilayah dari Kelapa Gading yang terus mengarah ke timur melewati Pulogadung dan Cakung, Jakarta Timur juga menyimpan potensi arah perkembangan dari CBD Jakarta yang terus mengarah ke Cawang ke arah jalur Light Rail Transit (LRT). Melihat hal tersebut maka hampir sebagian besar kawasan Jakarta Timur mempunyai potensi yang tinggi.

Editor: Sofyan Hidayat