Astra Otoparts (AUTO) Ekspansi ke Filipina, Pameran AOP Jadi Ajang Inovasi



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Astra Otoparts Tbk (AUTO) gencar ekspansi ke luar negeri. Pada akhir Januari 2026, Astra Otoparts melalui Astra Otoparts Philippines Inc. dan Astra Visteon Philippines Inc. melakukan pengiriman perdana komponen otomotif kepada Honda Philippines Inc. 

Langkah ini menandai dimulainya operasional manufaktur di Filipina sekaligus memperkuat posisi perusahaan dalam rantai pasok global, khususnya di Asia.

Manajemen menilai kombinasi inovasi, digitalisasi, dan keberlanjutan menjadi fondasi utama untuk menghadapi proyeksi ekonomi 2026 yang relatif kondusif namun tetap dinamis. Melalui AOP Exhibition, AUTO mendorong budaya perbaikan berkelanjutan sekaligus menjaga daya saing di tengah persaingan industri komponen otomotif yang semakin ketat.


Baca Juga: Lonjakan Minat Perawatan Kulit dan Anti Penuaan Dini Jadi Ladang Bisnis Baru

Sejalan dengan ekspansi regional, Astra Otoparts kembali menggelar Astra Otoparts (AOP) Exhibition pada 9–10 Februari 2026 sebagai bagian dari strategi memperkuat pertumbuhan dan daya tahan bisnis anak usaha. Kegiatan yang diikuti 37 anak perusahaan ini menampilkan berbagai inisiatif inovasi, efisiensi biaya, digitalisasi, serta penerapan prinsip keberlanjutan.

Mengusung tema “3D for D (Deflated Costs, Decarbonized Future, Digital Sprint for Designing the Future)”, pameran ini menjadi ajang berbagi praktik terbaik terkait penerapan industri 4.0, penguatan efisiensi operasional, dan integrasi aspek environmental, social, and governance (ESG) dalam proses bisnis.

Presiden Direktur Astra Otoparts Hamdhani Dzulkarnaen Salim menegaskan pentingnya transformasi operasional dalam menjaga daya saing jangka panjang.

“Untuk menjadi mitra pilihan utama, Astra Otoparts harus memberikan nilai tambah kepada stakeholders, salah satunya melalui pencapaian operational excellence dengan memanfaatkan perkembangan teknologi dan penerapan digitalisasi di seluruh anak perusahaan," ujarnya dalam keterangan resmi, Minggu (15/2/2026).

Di saat yang sama, penerapan aspek ESG menjadi bagian penting dalam pengelolaan risiko bisnis jangka panjang sekaligus menjaga resiliensi dan keberlanjutan. 

Sejak pertama kali diselenggarakan pada 2014 dengan nama CRP Exhibition, kegiatan ini berevolusi menjadi AOP Exhibition pada 2025. Transformasi tersebut mencerminkan perluasan fokus perusahaan dari sekadar program pengurangan biaya menuju optimalisasi teknologi, digitalisasi, serta penguatan ESG untuk mendukung kualitas dan keberlanjutan operasional.

Sejumlah inisiatif unggulan ditampilkan dalam pameran tahun ini. Di bidang keberlanjutan, Divisi Nusametal mengadopsi teknologi minimum quantity lubrication pada proses machining untuk menekan limbah sekaligus meningkatkan produktivitas. 

Pada sisi digitalisasi, PT FSCM Manufacturing Indonesia menerapkan sistem ERP yang terhubung dengan dashboard digital, termasuk pemantauan konsumsi energi dan pergudangan. 

Baca Juga: Danantara Akan Lelang Proyek Waste to Energy Tahap II di 12 Kota

Sementara itu, PT Akebono Brake Astra Indonesia memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk visual inspection dan quality check guna meningkatkan produktivitas serta efisiensi material.

Selain pameran internal, AOP Exhibition juga menghadirkan perspektif eksternal melalui sesi diskusi bersama pembicara dari IKEA (PT DFI Retail Nusantara) dan PwC Indonesia yang membahas pengelolaan operasional, keberlanjutan, serta strategi bisnis di tengah dinamika industri global.

Selanjutnya: Produktivitas dan Bisnis Hilir SSMS Melonjak, Harga Sahamnya bisa Ikut Terdongkrak?

Menarik Dibaca: HP Android Bebas Iklan 2026: Rasakan Nyaman Tanpa Gangguan!

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News