Astra Otoparts Bidik Peluang Bisnis Aki dari Tren Kendaraan Listrik



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perkembangan kendaraan listrik tidak serta-merta menghapus kebutuhan terhadap aki. Kendaraan elektrifikasi, termasuk mobil hybrid dan battery electric vehicle (BEV), tetap membutuhkan auxiliary battery untuk menopang sistem kelistrikan 12 volt.

Kondisi tersebut menjadi peluang baru bagi industri aki. PT Astra Otoparts Tbk (AUTO) pun mulai mengembangkan produk yang disesuaikan dengan kebutuhan kendaraan elektrifikasi.

Baca Juga: Populasi Kendaraan Tembus 165 Juta Unit, AUTO Yakin Bisnis Aki Replacement Prospektif


Direktur Astra Otoparts Sophie Handili mengatakan, elektrifikasi menjadi salah satu peluang pertumbuhan perseroan ke depan.

"Kami melihat elektrifikasi sebagai salah satu peluang pertumbuhan ke depan," ujar Sophie kepada KONTAN, Kamis (20/8/2026).

Melalui PT GS Battery, Astra Otoparts telah meluncurkan GS Astra EV Auxiliary Battery untuk pasar replacement pada ajang GIIAS 2026. Produk tersebut ditujukan untuk kendaraan hybrid hingga BEV.

Bidik Pasar Replacement dan OEM

Meskipun kendaraan listrik menggunakan baterai utama bertegangan tinggi, kebutuhan baterai 12 volt tetap ada.

Baterai auxiliary berfungsi memasok daya untuk berbagai sistem kelistrikan kendaraan, termasuk perangkat elektronik dan sistem pendukung lainnya.

Karena itu, Astra Otoparts melihat peluang tidak hanya dari pasar replacement, tetapi juga segmen original equipment manufacturer (OEM).

Menurut Sophie, kendaraan elektrifikasi baru yang diproduksi oleh pabrikan tetap membutuhkan auxiliary battery untuk menunjang berbagai fungsi kelistrikan.

Baca Juga: Pelangi Indah Canindo (PICO) Gandeng POSCO Amankan Pasokan Bahan Baku Baja

"Kami juga melihat peluang pada segmen OEM, termasuk untuk kendaraan baru yang menggunakan teknologi elektrifikasi," tandas Sophie.

Sejalan dengan perkembangan industri otomotif, Astra Otoparts juga terus mengembangkan berbagai komponen untuk kendaraan roda dua dan roda empat berbasis elektrifikasi.

Strategi tersebut dijalankan secara bersamaan dengan bisnis aki konvensional yang hingga kini masih memiliki basis pasar yang besar.

Dengan demikian, perseroan berupaya menangkap peluang dari pertumbuhan kendaraan elektrifikasi tanpa meninggalkan pasar kendaraan konvensional.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News