KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Astra Property optimitis bisa mencetak pertumbuhan pendapatan positif pada tahun 2026. Hal ini sejalan dengan strategi yang dipilih perusahaan untuk menjadi pengembang properti terpadu. Tahun lalu, perusahaan Sejak tahun 2025, Astra Property telah melakukan diversifikasi bisnis dengan merambah ke sektor industrial dengan mengakuisisi PT Mega Manunggal Property Tbk (MMPL) serta akuisisi Cikarang Logistics Park 1 dan 2. Alhasil, kini portofolio bisnis perusahaan mencakup residensial, komersial, serta infrastruktur industri dan logistik. Wibowo Muljono, Presiden Direktur Astra Property mengatakan, ketiga pilar itu dirancang untuk menciptakan portofolio yang lebih kuat dan resilient. “Dengan pendekatan ini, bisnis tidak hanya tumbuh saat kondisi pasar sedang baik, tetapi juga tetap kuat menghadapi dinamika dan tekanan di sektor tertentu,” jelas Wibowo dala keterangannya, Rabu (30/4/2026).
MMLP serta Cikarang Logistics Park 1 dan 2 didukung oleh 13 aset pergudangan modern berlokasi strategis di wilayah Jabodetabek dan Jawa Timur guna menunjang kebutuhan logistik dan distribusi secara efisien. Tahun ini, Astra Properti akan memperkuat posisi di bisnis industrial dengan mengembangkan proyek Cibinong Logistics Hub dan kawasan Blok H, Cibitung.
Baca Juga: JLL Pertahankan Peringkat Satu sebagai Penasihat Investasi Properti Tahun 2025 Astra Property memandang diversifikasi lintas segmen sebagai pendekatan holistik dalam membangun ekosistem properti yang saling melengkapi. Ketiga lini bisnis perusahaan dirancang untuk saling memperkuat dan menciptakan nilai sinergis bagi pelanggan maupun pemangku kepentingan. Di segmen residensial, Astra Property telah memiliki enam portofolio. Dua di antaranya proyek apartemen dan tiga proyek perumahan yang terdiri dari kawasan terpadu Asya di Jakarta Timur, Proyek perumahan Altea BLVD di Cibubur, Navapark 2 di BSD, dan kawasan Ammaia di Tangerang. Hingga saat ini, Astra Property telah melakukan serah terima unit hunian kepada konsumen lebih dari 1.400 unit. Tahun ini, Wibowo bilang, pihaknya masih akan tetap fokus di proyek-proyek tersebut dan belum ada rencana untuk mengembangkan proyek baru. “Untuk segmen, kami tetap fokus di upper clas dengan target market upgrader, bukan pembeli rumah pertama,” ujar Wibowo.
Baca Juga: Penjualan Mobil Astra (ASII) Naik Tipis 0,97% pada Januari 2026 Pada tahun 2025, kehadiran Singapore Intercultural School (SIS) di Asya turut memperkuat ekosistem kawasan. Pada 2026, DBL Academy di Asya dan Tangkas Sport Center di Gatot Subroto akan mulai beroperasi. Proyek perumahan modern di Cibubur, Altéa BLVD, juga akan melakukan serah terima perdana untuk Klaster Rivara, sementara pengembangan NavaPark 2 akan terus berlanjut. Di sisi komersial, gedung Arumaya Financial Center yang berada di kawasan The Arumaya, Jakarta Selatan, dijadwalkan beroperasi pada kuartal II 2026. Tahun lalu, lini bisnis properti tercatat menyumbang pendapatan sekitar Rp 1,13 triliun terhadap Astra Astra Group. Wibowo memperkirakan akan ada pertumbuhan tahun itu, terutama setelah kehadiran MMLP. Hanya saja, ia tak menyebutkan targetnya. Di sisi lain, Astra Property juga menjalankan strategi pertumbuhan yang berlandaskan komitmen keberlanjutan, sejalan dengan Astra 2030
Sustainability Aspirations melalui
Astra Triple-P Strategy: Portfolio, People, and Public Contribution. Dari sisi portofolio, perusahaan terus memperkuat standar keberlanjutan di seluruh proyek. Sepanjang 2025, bauran energi terbarukan telah mencapai 26,79% dari total kebutuhan operasional. Arumaya Financial Center juga meraih peringkat
Gold Greenship New Building dari Green Building Council Indonesia (GBCI).
Baca Juga: Realisasi FLPP Masih Rendah, Target 350.000 Unit Dibayangi Risiko Eksekusi Efisiensi sumber daya diterapkan melalui sistem daur ulang air, pengelolaan limbah hingga zero waste to landfill, serta rainwater harvesting di Menara Astra, The Arumaya, dan proyek residensial. Klaster Rivara di Altéa BLVD bahkan mampu menekan aliran air hingga 21,25%, sementara Asya terus meningkatkan kapasitas pengolahan air limbah. Untuk mendorong dekarbonisasi rantai pasok, Astra Property bersama World Resources Institute (WRI) Indonesia meluncurkan program
Supplier Decarbonization Knowledge Sharing. Pada aspek People, perusahaan mencatat
zero fatality sepanjang 2025, didukung oleh peningkatan standar keselamatan kerja dan kompetensi SDM. Sementara itu, pada pilar
Public Contribution, Astra Property telah menjangkau 2.079 penerima manfaat melalui program Astra Sehat, Astra Cerdas, Astra Kreatif, dan Astra Hijau. Karyawan juga dilibatkan dalam
Colleague Volunteering Program (CVP), termasuk penanaman 500 mangrove di Pulau Pramuka serta program edukasi bagi pelajar dan UMKM. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News