Astra Sedaya Finance terbitkan obligasi untuk modal kerja pembiayaan



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Astra Sedaya Finance akan menerbitkan obligasi total Rp 2 triliun. Emiten Grup Astra ini akan menggunakan dana hasil penerbitan obligasi untuk modal kerja pembiayaan konsumen.

Pada akhir Juni 2021, piutang pembiayaan konsumen pihak ketiga Astra Sedaya mencapai Rp 27,16 triliun. Sedangkan piutang pembiayaan murabahah sebesar Rp 1,58 triliun.

Astra Sedaya akan menerrbitkan Obligasi Berkelanjutan V Astra Sedaya Finance Tahap III Tahun 2021 sebesar Rp 2 triliun. Obligasi ini merupakan bagian dari Obligasi Berkelanjutan V Astra Sedaya Finance dengan total dana Rp 10 triliun.


Pada penerbitan kali ini, Astra Sedaya menawarkan dua seri obligasi. Obligasi seri A memiliki nilai pokok Rp 540,94 miliar. Obligasi tenor 370 hari ini menawarkan tingkat bunga tetap 3,75% per tahun.

Obligasi seri B memiliki nilai pokok Rp 1,46 triliun. Obligasi dengan tenor 3 tahun ini menawarkan tingkat bunga tetap 5,30% per tahun.

Baca Juga: Astra International (ASII) merambah bisnis dompet digital

Berdasarkan pengumuman Kustodian Sentral Efek Indonesia, masa penawaran umum obligasi ini akan berlangsung pada 14-15 Oktober 2021. Tanggal penjatahan jatuh pada 19 Oktober 2021. 

Distribusi obligasi secara elektronik akan dilakukan pada 22 Oktober. Astra Sedaya akan mencatatkan obligasi ini di Bursa Efek Indonesia pada 25 Oktober 2021.

Perusahaan pembiayaan kendaraan ini menunjuk enam penjamin pelaksana emisi obligasi. Keenam underwriter ini adalah BCA Sekuritas, CIMB Niaga Sekuritas, DBS Vickers Sekuritas Indonesia, Indo Premier Sekuritas, Mandiri Sekuritas, dan Trimegah Sekuritas Indonesia.

Baca Juga: Aset industri multifinance masih terkoreksi hingga semester I

Astra Sedaya telah menerbitkan dua tahap obligasi dengan total nilai Rp 4 triliun. Sehingga dengan tambahan penerbitan tahap ketiga, Astra Sedaya masih bisa menerbitkan obligasi hingga Rp 4 triliun pada tahap selanjutnya.

Pada semester pertama tahun ini, Astra Sedaya meraup total pendapatan Rp 2,75 triliun. Pendapatan ini turun 4,18% jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu Rp 2,87 triliun.

Astra Sedaya mencatatkan laba Rp 456 miliar pada enam bulan pertama tahun ini, turun 2,98% secara tahunan.

Baca Juga: Return obligasi korporasi tahun ini sudah dua kali lipat obligasi negara

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Wahyu T.Rahmawati