JAKARTA. Ongkos membayar hak cipta menjadi beban yang tidak kecil bagi PT Astra International Tbk. Di balik kesuksesan penjualan tahun lalu sebesar Rp 201,7 triliun dan laba bersih Rp 22,13 triliun, ternyata grup Astra harus rela menyetorkan sebagian penghasilan untuk prinsipal. Mengacu laporan keuangan emiten yang listing di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan saham ASII ini, tahun 2014 lalu, ASII menyetorkan Rp 154 miliar untuk komponen biaya royalti. Angka ini lebih kecil dari 2013 yang nilainya sebesar Rp 156 miliar. Memang, bagi industri otomotif, pemakaian lisensi bisa dilakukan mulai dalam hal produksi sampai dengan distribusi. Saat ini banyak perusahaan otomotif yang memberikan lisensi ke ASII.
Astra setorkan royalti Rp 154 miliar ke prinsipal
JAKARTA. Ongkos membayar hak cipta menjadi beban yang tidak kecil bagi PT Astra International Tbk. Di balik kesuksesan penjualan tahun lalu sebesar Rp 201,7 triliun dan laba bersih Rp 22,13 triliun, ternyata grup Astra harus rela menyetorkan sebagian penghasilan untuk prinsipal. Mengacu laporan keuangan emiten yang listing di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan saham ASII ini, tahun 2014 lalu, ASII menyetorkan Rp 154 miliar untuk komponen biaya royalti. Angka ini lebih kecil dari 2013 yang nilainya sebesar Rp 156 miliar. Memang, bagi industri otomotif, pemakaian lisensi bisa dilakukan mulai dalam hal produksi sampai dengan distribusi. Saat ini banyak perusahaan otomotif yang memberikan lisensi ke ASII.