Astragraphia (ASGR) sudah serap capex Rp 103 miliar hingga kuartal III-2021



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Astra Graphia Tbk atau Astragraphia (ASGR) telah merealisasikan belanja modal alias capital expenditure (capex) sebesar Rp 103 miliar hingga kuartal III-2021. Angka itu setara dengan 54,21% dari alokasi capex Astragraphia di tahun ini.

Chief of Corporate Secretary, Legal, & Corporate Communications Astragraphia Melinda Pudjo mengungkapkan, untuk tahun 2021 Astragraphia menganggarkan capex sebesar Rp 190 miliar. Sebagian besar capex dialokasikan untuk keperluan bisnis inti, seperti equipment for hire mesin Fuji Xerox/Fujifilm.

"Sedangkan sisanya digunakan untuk keperluan internal perusahaan," kata Melinda kepada Kontan.co.id, Minggu (31/10).


Astragraphia pun mengintip peluang untuk bisa mendongkrak kinerja di sisa tahun 2021 ini. Pasalnya hingga periode kuartal ketiga, pendapatan Astragraphia mengalami penurunan, kendati masih bisa meraih kenaikan laba bersih.

Baca Juga: Laba bersih Astra Graphia (ASGR) naik 10% sampai triwulan III

Merujuk laporan keuangan yang diterbitkan di Bursa Efek Indonesia, pendapatan bersih ASGR per September 2021 turun 14,95%, dari Rp 2,34 triliun pada periode yang sama 2020 menjadi Rp 1,99 triliun.

Meski begitu, ASGR bisa menekan beban pokok pendapatan menjadi Rp 1,62 triliun atau turun 16,49% dibandingkan Rp 1,94 triliun pada periode Januari-September 2020.

Alhasil dari sisi bottom line, ASGR berhasil meriah laba bersih per Q3-2021 sebesar Rp 36,99 miliar atau tumbuh 9,86%, dibandingkan capaian per September 2020 yang sebesar Rp 33,67 miliar.

Di tengah pandemi yang masih melanda, Melinda mengakui bahwa kondisi bisnis di tahun 2021 masih menantang. Hal ini juga terjadi seiring kondisi perekonomian yang masih diliputi ketidakpastian.

Kendati begitu, ASGR masih melihat progres yang cukup positif dalam beberapa segmen bisnis, seperti graphic art, IT services, B2B ecommerce. "Kami mengusahakan agar kinerja baik tersebut dapat kami pertahankan agar dapat semakin berkontribusi terhadap pertumbuhan pendapatan dan laba," sambung Melinda.

Dia menambahkan, Astragraphia juga menerapkan budaya inovasi dan mengembangkan Sumber Daya Manusia (SDM) untuk memenuhi kebutuhan bisnis yang berkelanjutan.

 
ASGR Chart by TradingView

"Seluruh inisiatif bisnis di Astragraphia melakukan proses evaluasi kinerja melalui melalui prosedur management system secara konsisten dan berkala," ungkap Melinda.

Presiden Direktur Astragraphia Hendrix Pramana dalam keterangan tertulis sebelumnya menyampaikan bahwa untuk mengantisipasi kondisi bisnis hingga akhir tahun, dimana kondisi pelanggan masih akan terdampak oleh situasi pandemi Covid-19, Astragraphia tetap berkomitmen menghadirkan nilai tambah pada produk dan layanan.

Hal itu dilakukan agar tetap relevan dan senantiasa menjadi mitra pilihan utama pelanggan. "Keberhasilan Pemerintah dalam melakukan penanganan pandemi Covid-19 diharapkan dapat menunjang perbaikan pendapatan Astragraphia di kuartal terakhir tahun 2021," sebut Hendrix.

Selanjutnya: Prospek properti cerah, BTN siapkan suku bunga rendah dan angsuran terjangkau

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Anna Suci Perwitasari