Astratel bidik bisnis jalan tol tumbuh 3% di 2017



JAKARTA. Bisnis jalan tol PT Astratel Nusantara menorehkan peningkatan sepanjang 2016. Lalu lintas kendaraan alias trafik di ruas jalan tol Tangerang-Merak sepanjang 72,4 kilometer (Km) yang dioperasikan Astratel melalui anak usahanya PT Marga Mandala Sakti (MMS) mencapai 47.857.355.

Kepala Divisi Hukum dan Humas MMS, Nur Indah Permanasari mengatakan, lalu lintas kendaaan tol tersebut meningkat 2,9% dibandingkan pencapaian  tahun 2015 yang mencapai 46.476.933.

Peningkatan juga terjadi pada trafik di ruas jalan tol Jombang-Mojokerto yang dioperasikan anak usahanya, PT Marga Harjaya Infrastruktur (MHI). Sepanjang 2016, trafik mencapai 705.618 kendaraan atau melonjak 47,72% dibandingkan tahun sebelumnya. Adapun, trafik saat libur Natal 2016 dan Tahun Baru 2017 mengalami kenaikan 10,23% menjadi 15.464 kendaraan di ruas Jombang Mojokerto.


Tol Jombang-Mojokerto sepanjang 40,5 Km terdiri dari empat seksi, dan yang sudah beroperasi bau dua seksi yakni bagian I dan III. Seksi I yang menghubungkan Jombang Barat hingga Jombang Utara sepanjang 14,7 Km mulai beroperasi sejak 13 Oktober 2014, dan seksi III sepanjang 5 Km beroperasi resmi sejak 1 Desember 2016.

Meskipun seksi III bau beroperasi satu bulan terakhir, namun jumlah kendaraan yang melalui tol ini sudah mencapai 888 kendaraan per hari. Sementara seksi II sepanjang 19,9 km dan seksi IV sepanjang km masih dalam proses kontruksi dan ditargetkan beroperasi tahun ini. "Tahun 2017, trafik kendaraan di jalan tol Jombang-Mojokerto ditargetkan bisa mencapai 17.000 kendaraan per hari," kata Direktur Teknik dan Operasi MHI, Rinaldi.

Tahun ini, Astratel membidik pendapatan dari bisnis jalan tol bisa tumbuh 3% dari target tahun lalu sebesar Rp 800 miliar. Anak usaha Astra Grup ini belum bisa mematok taget cukup tinggi karena jalan tol Jombang-Mojokerto dan Semarang-Solo sepanjang 72,6 Km belum beroperasi seluruhnya. Sementara pertumbuhan trafik jalan tol Tangerang-Merak masih landai.

Saat ini, Astratel tercatat menguasai lima ruas konsesi jalan tol sepanjang 226,7 Km. Selain tol Tangerang-Merak dan Jombang-Mojokerto, perusahaaan telah memiliki konsesi tol Semarang-Solo, tol Kunciran-Serpong 11,2 Km, dan Serpong-Balaraja sepanjang 30 km.

Tol Semarang-Solo yang terdiri dari lima seksi dikelola melalui anak usahanya PT Trans Marga Jateng (TMJ). Seksi I dan II sudah beroperasi, sedangkan seksi III akan beroperasi awal tahun ini. Adapun seksi IV dan V masih dalam proses kontruksi dan pembebasan lahan keduanya sudah hampir rampung.

Tol Kunciran-Serpong yang dikelola melalui PT Marga Trans Nusantara (MTN) masih dalam proses pembebasan lahan. Jika pembebasan lahan berjalan lancar, pertengahan 2017, ruas ini diharapkan sudah bisa mulai konstruksi.

Adapun, ruas Serpong Balaraja yang dikelola melalui PT Trans Bumi Serbaraja baru mendapatkan pendanaan pada pertengahan Desember 2016. Ruas ini terdiri dai dua seksi. Seksi I akan segera masuk tahap konstruksi dan ditagetkan selesai tahun 2018, sedangkan seksi II ditargetkan rampung pada 2020.

Hingga tahun 2020, Astratel menargetkan bisa menguasai 500 Km jalan tol.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Dupla Kartini