Astratel bidik pendapatan tol Rp 800 M di 2016



JAKARTA. PT Astratel Nusantara terus berekpansi di bisnis jalan tol. Tahun ini, anak usaha PT Astra International Tbk (ASII) ini membidik pendapatan dari jalan bebas hambatan sekitar Rp 800 miliar.

Direktur Astratel Wiwiek D Santoso mengatakan, saat ini Astratel mengoperasikan ruas jalan tol sepanjang 226 kilometer (km). Diantaranya ruas Tangerang-Merang sepanjang 71,4 km dan ruas Kertosono-Mojokerto seksi I sepanjang 14,7 km. "Dari ruas yang telah beroperasi kita targetkan pendapatan sekitar Rp 800 miliar tahun ini," katanya Wiwiek pada KONTAN, Rabu (14/9).

Ia bilang pendapatan tol belum akan berkontribusi besar pada kinerja Astratel tahun ini. Pasalnya lalu lintas di ruas tol yang dioperasikan perseroan belum bagus. Traffic ruas Kertosono-Mojokerto misalnya, belum cukup tinggi karena yang beroperasi baru seksi satu dan belum terhubung ke ruas-ruas yang lain yang ada di trans jawa seperti Ngawi-Kertosono.


Tol Kertosono-Mojokerto terdiri dari empat seksi. Seksi III rencananya akan dioperasikan bulan depan sementara seksi II dan IV ditargetkan beroperasi pada tahun depan. Konstruksi seksi IV sudah hampir rampung, sengdangkan kontruksi seksi II sudah mencapai 50%.

Hingga tahun 2020, Astratel menargetkan bisa menguasai 500 km jalan tol. Namun tahun ini Astratel masih fokus menyelesaikan konstruksi ruas-ruas yang telah dikuasai. Astratel menargetkan ruas tol Kertosono-Mojokerto bisa beroperasi penuh pada awal tahun depan. Adapun investasi yang disiapkan untuk menyelesaikan ruas ini sebesar Rp 1,2 triliun-Rp 1,3 triliun. Lalu ruas Ruas Semarang-Solo seksi Bawen-Salatiga juga ditargetkan beroperasi awal tahun depan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Rizki Caturini