AstraZeneca Lampaui Ekspektasi Laba Kuartal II, Tetap Optimistis Tatap 2026



KONTAN.CO.ID - CAMBRIDGE. AstraZeneca mencatatkan kinerja yang melampaui ekspektasi pasar pada kuartal II-2026. Raksasa farmasi asal Inggris tersebut juga mempertahankan proyeksi pertumbuhan kinerja untuk 2026 meski baru-baru ini menghadapi kegagalan uji klinis salah satu kandidat obatnya.

Mengutip Reuters (27/7), permintaan yang tetap kuat terhadap terapi kanker dan penyakit langka menjadi penopang utama pertumbuhan AstraZeneca di tengah tekanan harga obat di sejumlah pasar. Namun, kegagalan uji klinis pada bulan ini memicu kekhawatiran investor terhadap prospek lini pengembangan obat (pipeline) perusahaan dan target pertumbuhan pendapatan dalam jangka panjang.

Pada periode yang berakhir 30 Juni 2026, laba inti (core earnings) AstraZeneca naik 18% menjadi US$ 2,63 per saham. Angka tersebut melampaui perkiraan analis yang sebelumnya memproyeksikan laba sebesar US$ 2,48 per saham.


Baca Juga: AstraZeneca Investasi US$ 18,5 Miliar di China, Kejar 20 Obat Baru

Sementara itu, pendapatan perusahaan meningkat 5% menjadi US$ 15,38 miliar berdasarkan nilai tukar konstan (constant currency), sedikit di bawah konsensus analis yang memperkirakan penjualan mencapai US$ 15,39 miliar.

Manajemen AstraZeneca tetap mempertahankan panduan kinerja untuk 2026. Perusahaan memperkirakan laba inti per saham akan tumbuh pada kisaran dua digit rendah (low double-digit), sedangkan pendapatan diproyeksikan meningkat pada kisaran pertengahan hingga tinggi satu digit (mid-to-high single-digit).

Sebagai perbandingan, sepanjang 2025 AstraZeneca membukukan pertumbuhan penjualan sekitar 8%, sementara laba naik sekitar 11%. Keputusan mempertahankan target tersebut diharapkan dapat meredakan kekhawatiran pasar terhadap prospek pertumbuhan perusahaan setelah munculnya ketidakpastian dari hasil uji klinis terbaru.