Asumsi RAPBN 2027 Terlalu Tinggi, Subsidi Energi Terancam Membengkak



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Alokasi anggaran subsidi energi pada Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) tahun 2027 yang ditetapkan sebesar Rp 272,95 triliun dinilai cukup rasional. 

Ekonom Universitas Paramadina, Wijayanto Samirin menyebutkan, besaran angka tersebut telah memperhitungkan berbagai dinamika kebutuhan nasional. Menurutnya, perhitungan yang disusun pemerintah tersebut pada dasarnya sudah memasukkan potensi kenaikan volume konsumsi energi domestik serta tren pergerakan harga energi di pasar global.

Kendati demikian, Wijayanto memberikan catatan terkait potensi pembengkakan realisasi anggaran subsidi energi pada pelaksanaannya nanti. Ia menilai terdapat risiko bahwa alokasi yang disiapkan pemerintah bisa berpotensi terealisasi lebih tinggi dari pagu awal yang telah ditetapkan. 


Baca Juga: Subsidi Energi 2027 Melonjak Jadi Rp 272,95 Triliun, Ekonom Ingatkan Risikonya

"Ada potensi lebih tinggi, mengingat asumsi nilai tukar Rupiah dan harga minyak global yang terlalu optimistis," katanya kepada Kontan.co.id, Rabu (19/8/2026).

Wijayanto berpandangan, fluktuasi variabel makroekonomi eksternal serta tekanan nilai tukar pasar keuangan global dapat dengan mudah mendongkrak beban belanja subsidi negara. 

Menurutnya, jika rupiah terus melemah dan harga minyak dunia melonjak melampaui garis asumsi dasar, maka anggaran subsidi dipastikan membengkak. Oleh karena itu, batasan nilai anggaran yang sudah dirancang pemerintah berisiko terlampaui apabila situasi ekonomi global bergerak melenceng dari proyeksi dasar yang digunakan dalam penyusunan RAPBN 2027 tersebut.

"Kemungkinan besar akan terlampaui, kecuali jika Pemerintah secara tegas membatasi volume energi subsidi dan menerapkan sistem yang akurat untuk menghindari subsidi yang tidak tepat sasaran," ungkapnya.

Guna mengantisipasi terjadinya lonjakan anggaran yang membahayakan postur APBN, Wijayanto menekankan pentingnya langkah pembenahan dari sisi penyaluran dan pengendalian di lapangan.

Baca Juga: Subsidi Energi 2027 Melonjak Jadi Rp 272,95 Triliun, Ekonom Ingatkan Risikonya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News