Asuransi Asei Terapkan Strategi Investasi yang Terdiversifikasi pada Tahun 2026



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Asuransi Asei Indonesia menerapkan strategi investasi yang terdiversifikasi pada tahun ini.

Direktur Utama Asuransi Asei Dody Dalimunthe mengatakan langkah itu dilakukan di tengah dinamika ekonomi global, tekanan geopolitik, serta volatilitas pasar keuangan.​

Selain itu, Dody menjelaskan diversifikasi portofolio investasi dilakukan untuk mengurangi konsentrasi risiko pada satu jenis aset atau sektor tertentu.


"Dengan demikian, perusahaan berupaya menjaga keseimbangan antara optimalisasi yield dan pengelolaan risiko," katanya kepada Kontan, Jumat (8/5/2026).

Baca Juga: Aset Industri Penjaminan Tumbuh Tipis 0,77% hingga Maret 2026

Dody mengungkapkan, strategi investasi Asuransi Asei pada tahun ini juga tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian, likuiditas, dan kesinambungan hasil investasi.

Secara umum, dia menyebut fokus investasi perusahaan masih diarahkan pada instrumen Surat Berharga Negara (SBN) dan obligasi pemerintah. Sebab, instrumen tersebut memiliki profil risiko yang lebih terukur dan memberikan stabilitas return

Dia juga bilang Asei mengalokasikan investasi pada deposito dan instrumen pasar uang untuk menjaga likuiditas jangka pendek perusahaan. 

"Adapun Instrumen seperti Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) sebagai alternatif tactical placement dalam kondisi pasar tertentu," tuturnya.

Lebih lanjut, Dody menerangkan, Asei juga terus memperhatikan perkembangan suku bunga acuan, pergerakan nilai tukar, kondisi makro ekonomi, serta arah kebijakan regulator agar strategi investasi tetap adaptif dan selaras dengan kebutuhan bisnis perusahaan. 

Berdasarkan laporan keuangan perusahaan di situs resmi, Asei mencatatkan jumlah investasi senilai Rp 509,90 miliar per Maret 2026.

Adapun deposito berjangka mendominasi portofolio investasi perusahaan dengan nilai mencapai Rp 224,13 miliar per Maret 2026.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News