KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Asuransi Astra Buana (Asuransi Astra) mulai memanfaatkan teknologi
artificial intelligence (AI) untuk mempercepat dan mengoptimalisasi proses bisnis asuransi mereka. Menurut Technical & Operation Director Asuransi Astra, Mulia K.B Siregar, pemanfaatan AI terutama diterapkan pada pelayanan asuransi kendaraan dan asuransi kesehatan. Misalnya pada lini bisnis asuransi kendaraan, Asuransi Astra menggunakan teknologiĀ
Optical Character Recognition (OCR) untuk mengeksak data dari dokumen seperti KTP dan STNK.
Baca Juga: Asuransi Astra Terapkan Strategi Diversifikasi untuk Sikapi Dinamika Perekonomian Melalui teknologi tersebut, data nasabah bisa langsung ditangkap dan dimasukkan ke dalam
database perusahaan. Dari KTP, teknologi tersebut bisa mengekstrak sejumlah informasi, termasuk nama, tanggal lahir, jenis kelamin, serta informasi wilayah. Sementara dari STNK, data seperti nomor polisi, nomor rangka, dan nomor mesin juga bisa diambil secara otomatis. "Hal inilah yang membuat proses dapat direduksi dari 16 langkah menjadi dua langkah," ujarnya dalam Konferensi Pers Asuransi Astra di Kawasan Jakarta Selatan, Jumat (11/9). Selain mempercepat proses pengajuan, pemanfaatan AI juga digunakan oleh Asuransi Astra untuk mendeteksi
fraud dalam proses pengajuan klaim, khususnya pada layanan asuransi kesehatan Garda Media. Nasabah dapat mengajukan klaim secara online dengan mengunggah dokumen melalui aplikasi, selanjutnya AI bisa digunakan untuk memeriksa kemungkinan adanya pengajuan klaim yang sama sebelumnya.
Baca Juga: Asuransi Astra Perkuat Layanan Digital untuk Permudah Pengalaman Nasabah Asuransi Astra menargetkan sekitar 70%-80% proses dapat dilakukan tanpa
human intervention. Sementara proses yang tidak memenuhi kriteria akan dikeluarkan untuk kemudian diperiksa oleh manusia.
Saat ini, pengembangan tersebut masih berlangsung. Untuk sebagian klaim yang sedang diproses, tingkat akurasinya disebut telah mendekati 80%. Asuransi Astra berharap pengembangan AI tersebut dapat menunjukkan kemajuan signifikan sepanjang tahun ini dan berpotensi menjadi salah satu layanan yang diluncurkan pada tahun depan. "Kami berharap bahwa dalam tahun ini kami boleh memperoleh kemajuan yang berarti, dan mungkin itu akan menjadi salah satu bahan
launching di tahun depan," ujarnya. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News