Asuransi Bintang (ASBI) Masih Andalkan Tenaga Pemasar untuk Pasarkan Produk



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perusahaan asuransi umum PT Asuransi Bintang Tbk (ASBI) masih mengandalkan tenaga pemasar untuk memasarkan produk.

Presiden Direktur Asuransi Bintang HSM Widodo mengatakan salah satu alasannya, yakni biaya yang dikeluarkan lebih efisien ketimbang sepenuhnya melalui digital.

"Setiap jalur distribusi memiliki karakteristik dan target pasar yang spesifik. Kami mencari yang paling cost efficient," ucapnya kepada Kontan.co.id, Senin (18/9).


Widodo menerangkan salah satu alasan tenaga pemasar masih diandalkan karena adanya peraturan yang mengharuskan perusahaan menjual produk seperti produksi asuransi yang dibalut investasi (PAYDI).

Baca Juga: AAJI Menyebut Peningkatan Hasil Investasi Berasal dari Saham dan SBN

Meski masih mengandalkan tenaga pemasar, Widodo mengatakan, perusahaannya juga menggunakan sistem digital dalam proses operasional. Dia menambahkan target pemasaran yang dilakukan ASBI pada 2023 masih tetap sama dengan tahun lalu, yakni berfokus di Indonesia bagian Barat dan Tengah.

Widodo menyebutkan,  sampai saat ini ASBI memiliki tenaga pemasar internal lebih dari 200 orang, sedangkan agen dan partner sekitar 800 orang.

Berdasarkan laporan keuangan ASBI, perusahaan asuransi tersebut mencatatkan pendapatan premi bersih pada kuartal I-2023 sebesar Rp 45,05 miliar. Angka itu menurun sebesar 15%, jika dibandingkan periode sama pada tahun lalu yang sebesar Rp 53 miliar.

Sementara itu, beban klaim bersih ASBI pada kuartal I-2023 sebesar Rp 10,64 miliar. Angka itu menurun 42,9%, jika dibandingkan periode sama pada tahun lalu yang sebesar Rp 18,66 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Khomarul Hidayat