Asuransi Digital Bersama (YOII) Targetkan Premi 2026 Stabil



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Emiten asuransi umum, PT Asuransi Digital Bersama Tbk (YOII) menargetkan kinerja premi pada 2026 setidaknya dapat menyamai capaian tahun sebelumnya, di tengah kondisi ekonomi yang dinilai masih penuh tantangan.

Direktur Utama Asuransi Digital Bersama Adi Wibowo Adisaputro mengatakan, perusahaan tetap mengincar pertumbuhan, namun masih bersikap hati-hati dalam menetapkan target premi seiring dinamika kondisi makro yang sulit diprediksi.

“Kalau target tentunya kita berharap tetap positif, untuk premi masih kita pelajari karena melihat kondisi ekonomi itu masih menjadi tantangan," ujarnya saat ditemui usai paparan publik YOII, Rabu (15/4/2026).


Baca Juga: Maybank Syariah Perluas Ekosistem Halal, Ada Peluang Bagi UMKM

Sementara itu, dari sisi profitabilitas, YOII memastikan laba tetap dijaga positif sepanjang tahun ini. Sebagai gambaran, kinerja YOII sepanjang 2025 tercatat cukup moncer. 

YOII membukukan pendapatan jasa asuransi sebesar Rp 730,70 miliar atau tumbuh 122,91% secara tahunan (year on year/YoY). Hasil jasa asuransi juga melonjak 289,87% YoY menjadi Rp 458,72 miliar. Adapun laba naik 18,96% YoY menjadi Rp 20,14 miliar.

Adi bilang, ketidakpastian kondisi makro ekonomi menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi prospek bisnis asuransi tahun ini, terutama dari sisi daya beli masyarakat.

Menurutnya, dampak terbesar dari tekanan ekonomi bukan berasal dari operasional perusahaan, melainkan perubahan prioritas belanja masyarakat.

“Dampaknya lebih ke daya beli atau prioritas spending masyarakat. Itu yang menjadi perhatian utama kami saat ini,” jelasnya.

Untuk menopang kinerja premi, YOII masih mengandalkan produk-produk yang berkaitan dengan kebutuhan masyarakat, khususnya produk mikro dan produk berbasis gaya hidup (lifestyle).

Adi menyebut, strategi ini didukung oleh penguatan kanal distribusi yang telah dikembangkan sebelumnya dan dinilai masih memiliki potensi untuk diperluas.

“Produk mikro dan lifestyle masih menjadi prioritas kami. Channel distribusi yang sudah ada juga masih punya potensi untuk dikembangkan dengan produk-produk lain,” katanya.

Ia menambahkan, produk yang ditawarkan umumnya dikemas dalam skema embedded maupun opsional, dengan tetap mengedepankan prinsip tanpa paksaan kepada konsumen.

Baca Juga: Musim Hujan dan faktor Musiman Hambat Penyaluran KPR BTN

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News