Asuransi Jagadiri masih andalkan digital marketing



JAKARTA. Jalur distribusi penjualan produk asuransi melalui digital marketing memang terbilang potensial. Hal ini juga diterapkan oleh perusahaan asuransi jiwa PT Central Asia Financial (CAF) atau yang lebih dikenal dengan asuransi JAGADIRI. Presiden Direktur JAGADIRI Reginald J. Hamdani mengatakan, saat ini perkembangan teknologi memang terbilang cukup pesat tentu ini menjadi peluang bagi perusahaannya untuk mengembangkan bisnis melalui strategi ini. “Marketing digital merupakan bisnis masa depan. Indonesia menurut kami sangat berpotensi apalagi pengguna smartphone meningkat setiap tahunnya,” kata dia ke KONTAN, Jumat (21/9). Menurut Reginald, dengan digital marketing nasabah lebih sederhana dan efisien dalam melakukan pembelian produk asuransi. “Kalau jalur bancassurance masih tergantung dengan network. Sementara jalur agensi lebih mudah tapi untuk mereplikasinya membutuhkan waktu yang cukup lama. Dengan alasan tersebut kami fokuskan bisnis penjualan produk kami melalui digital marketing,” ujar dia. Hingga Juli 2017, perusahaan yang menjadi bagian dari Salim Group ini telah memiliki 200 telemarketing. Di awal tahun 2018 nanti, pihaknya berancana menambah 100 telemarketing lagi. “Pada 2016 lalu kami baru punya 100 telemarketing dan sekarang sudah 200, ini bisa mendongkrak target premi kami di tahun ini,” jelas Reginald.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Editor: Dessy Rosalina