Asuransi Jasindo Catat Premi Marine Hull Rp 122,49 Miliar hingga Juni 2026



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Asuransi Jasa Indonesia atau Asuransi Jasindo mencatatkan tren perkembangan positif pada bisnis marine hull pada semester I-2026.

Hingga Juni 2026, Jasindo mencatatkan premi untuk bisnis asuransi marine hull sebesar Rp122,49 miliar.

"Hal ini menunjukkan kebutuhan terhadap perlindungan aset kapal masih tetap terjaga di tengah dinamika industri maritim," ujar Brellian Gema, Sekretaris Perusahaan Jasindo kepada Kontan, Selasa (1/9/2026).


Selain itu, tingginya kecelakaan kapal merupakan salah satu risiko yang menjadi perhatian dalam bisnis ini. Adapun sepanjang Januari hingga Agustus 2026, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (BNPP) telah menangani sebanyak 601 kejadian kecelakaan kapal. 

Meski begitu, hingga Juni 2026 Asuransi Jasindo belum melihat adanya peningkatan klaim pada portofolio marine hull. Sebaliknya, klaim bruto justru tercatat menurun sebesar 27,92% dari periode yang sama di tahun 2025 yakni Rp132,03 miliar menjadi Rp95,16 miliar pada semester I-2026.

Baca Juga: Premi Jasindo Turun Jadi Rp 1,34 Triliun per Juni 2026, Ini Strategi Hadapi Tekanan

Katanya, penurunan klaim ini didukung oleh penerapan underwriting yang prudent serta kemampuan perusahaan dalam melakukan analisis dan pengelolaan risiko secara komprehensif.

Oleh karena itu, klaim asuransi marine hull di Jasindo tidak hanya dipengaruhi oleh tingkat kecelakaan kapal saja, melainkan bergantung pada berbagai faktor. Misalnya, profil risiko, jenis, dan nilai kapal yang dipertanggungkan, cangkupan polis, hingga karakteristik masing-masing kejadian.

Ke depannya, Brellian melihat bisnis ini memiliki prospek yang positif hingga akhir tahun 2026. Hal ini sejalan dengan kebutuhan perlindungan terhadap aset kapal dan aktivitas sektor maritim yang terus berjalan.

Kendati begitu, pertumbuhan bisnis ini juga harus tetap diimbangi dengan pengelolaan risiko yang hati-hati sehingga perusahaan berkomitmen memperkuat kualitas underwriting, meningkatan kemampuan analisis risiko, serta melakukan evaluasi terhadap profil risiko kapal dan kondisi objek pertanggungan.

Di sisi lain, Asuransi Jasindo juga akan tetap memantau kondisi risiko di sektor maritim.

Lewat berbagai upaya itu, pihaknya optimis bisa terus menjaga pertumbuhan bisnis marine hull secara sehat dan berkelanjutan seraya memberikan perlindungan yang relevan bagi pelaku usaha di sektor maritim.

Baca Juga: Jasindo Terapkan Strategi Ini Optimalkan Kinerja Asuransi Marine Cargo pada 2026

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News