Asuransi jiwa genjot investasi saham & reksadana



JAKARTA. Asuransi jiwa sigap merespons kondisi pasar terkini. Perusahaan asuransi jiwa kompak banting setir mengalihkan portofolio ke instrumen investasi dengan imbal hasil menarik.

Christine Setyabudhi, Ketua Bidang Komunikasi dan Hubungan Antar Lembaga Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) menuturkan, total investasi hingga kuartal III-2016 sebesar Rp 386,18 triliun. Angka ini naik 25,7% dibanding periode yang sama tahun lalu.

Selama sembilan bulan di 2016, hasil investasi lebih banyak dibenamkan pada instrumen reksadana sebesar Rp 126,24 triliun. Angka ini setara dengan 32,7% dari total portofolio investasi. Instrumen investasi terbesar lainnya disematkan pada saham senilai Rp 107,4 triliun. Angka ini setara dengan 27,8% dari total portofolio.


"Adapun instrumen investasi incaran lainnya berupa surat berharga negara (SBN) sebesar 14,8% dan deposito sebesar 12,7% dari total portofolio," terang Christine.

Sementara jika dibandingkan kuartal III-2015, alokasi pada instrumen saham naik tajam 53%. Menyusul instrumen reksadana yang porsinya naik 34,7% secara year on year. Lonjakan investasi nomor tiga ditorehkan oleh SBN sebesar 26,3%. Adapun porsi sukuk korporasi juga semakin menggemuk 22% menjadi Rp 31,04 triliun.

Christine bilang, ada peralihan portofolio (shifting) dari deposito ke reksadana dan saham. Hal ini dikarenakan bunga deposito yang semakin lama semakin layu. Sebagai informasi, penempatan pada deposito per September 2016 mengalami penyusutan 17,3% dibanding periode yang sama tahun lalu. Ke depannya, pengurangan porsi investasi pada deposito masih terus berlanjut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Dupla Kartini