KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Great Eastern General Insurance Indonesia (GEGI) menilai tekanan pada industri asuransi kendaraan bermotor yang masih berlanjut hingga akhir 2025, seiring kontraksi premi industri akibat perlambatan penjualan kendaraan bermotor. Berdasarkan data terakhir Otoritas Jasa Keuangan (OJK) per November 2025, pendapatan premi asuransi umum dari lini usaha kendaraan bermotor tercatat sebesar Rp 18,47 triliun atau turun 4,03% secara tahunan. Sejalan dengan itu, nilai klaim asuransi kendaraan bermotor juga menurun 3,22% secara tahunan menjadi Rp 7,19 triliun. Direktur Marketing GEGI Linggawati Tok mengatakan, tekanan utama pada lini asuransi kendaraan bermotor berasal dari melemahnya penjualan kendaraan baru yang berdampak langsung pada bisnis asuransi komprehensif.
Asuransi Kendaraan Tertekan, Intip Strategi General Insurance Indonesia (GEGI)
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Great Eastern General Insurance Indonesia (GEGI) menilai tekanan pada industri asuransi kendaraan bermotor yang masih berlanjut hingga akhir 2025, seiring kontraksi premi industri akibat perlambatan penjualan kendaraan bermotor. Berdasarkan data terakhir Otoritas Jasa Keuangan (OJK) per November 2025, pendapatan premi asuransi umum dari lini usaha kendaraan bermotor tercatat sebesar Rp 18,47 triliun atau turun 4,03% secara tahunan. Sejalan dengan itu, nilai klaim asuransi kendaraan bermotor juga menurun 3,22% secara tahunan menjadi Rp 7,19 triliun. Direktur Marketing GEGI Linggawati Tok mengatakan, tekanan utama pada lini asuransi kendaraan bermotor berasal dari melemahnya penjualan kendaraan baru yang berdampak langsung pada bisnis asuransi komprehensif.
TAG: