JAKARTA. Kesadaran berasuransi semakin besar dari tahun ke tahun. Lihat saja, total pendapatan premi industri asuransi umum atau kerugian mencapai Rp 28,96 triliun per akhir kuartal III-2012, tumbuh 14,4% dibandingkan dengan periode sama tahun lalu. Ada harapan baru pada asuransi properti, kendaraan bermotor serta asuransi kesehatan dan kecelakaan diri. Budi Herawan, Kepala Divisi Statistik Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI), menyatakan, pertumbuhan ketiga produk andalan sangat menyakinkan. Premi asuransi properti mencapai Rp 7,9 triliun tumbuh 17,9%. "Secara nominal pertumbuhan asuransi properti juga yang terbesar, Rp 1,2 triliun," ujar Budi, akhir pekan lalu. Bagi Budi, pertumbuhan premi asuransi properti itu menggembirakan, mengingat masih terjadi perang tarif. Penopangnya, tren pembelian kredit-kredit apartemen, dan pembangunan mal di kota besar. Walhasil, pangsa pasar asuransi properti terhadap total premi industri asuransi juga meningkat menjadi 28% dari sebelumnya 27,3%.
Asuransi kerugian makin laris
JAKARTA. Kesadaran berasuransi semakin besar dari tahun ke tahun. Lihat saja, total pendapatan premi industri asuransi umum atau kerugian mencapai Rp 28,96 triliun per akhir kuartal III-2012, tumbuh 14,4% dibandingkan dengan periode sama tahun lalu. Ada harapan baru pada asuransi properti, kendaraan bermotor serta asuransi kesehatan dan kecelakaan diri. Budi Herawan, Kepala Divisi Statistik Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI), menyatakan, pertumbuhan ketiga produk andalan sangat menyakinkan. Premi asuransi properti mencapai Rp 7,9 triliun tumbuh 17,9%. "Secara nominal pertumbuhan asuransi properti juga yang terbesar, Rp 1,2 triliun," ujar Budi, akhir pekan lalu. Bagi Budi, pertumbuhan premi asuransi properti itu menggembirakan, mengingat masih terjadi perang tarif. Penopangnya, tren pembelian kredit-kredit apartemen, dan pembangunan mal di kota besar. Walhasil, pangsa pasar asuransi properti terhadap total premi industri asuransi juga meningkat menjadi 28% dari sebelumnya 27,3%.