Asuransi kesehatan sumbang 70% premi Generali Indonesia



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Asuransi Jiwa Generali Indonesia mencatat asuransi kesehatan memberikan kontribusi yang besar terhadap total portofolio premi. 

Chief Marketing & Customer Generali Indonesia Vivin Arbianti menyebut premi asuransi kesehatan menyumbang hingga 70% dari total premi.

Vivin menambahkan, produk asuransi kesehatan memiliki perluasan produk asuransi penyakit kritis. Hingga saat ini asuransi penyakit kritis menyumbang 20%-30% dari total portofolio premi Generali Indonesia.


"Saat ini kebutuhan nasabah paling besar di asuransi adalah kesehatan dan penyakit kritis. Produknya kita luaskan hingga 66 jenis penyakit kritis, kita bundle dengan rumah sakit agar manfaat yang diterima langsung dibayarkan," ujar Vivin di Jakarta, Kamis (18/7).

Ia menyebut para nasabah yang mengambil produk unitlink sudah mendapatkan perlindungan kesehatan. Hingga saat ini produk unitlink memberikan kontribusi sebesar 80%-85% dari total premi.

Merujuk pada laporan keuangan per Maret 2019, pendapatan premi Generali senilai Rp 690,64 miliar. Nilai ini turun 23,54% year on year dari posisi yang sama tahun lalu sebesar Rp 903,3 miliar.

Vivin optimistis kinerja premi pada paruh kedua 2019 akan lebih baik seperti tahun sebelumnya. Ia mengaku mengejar target pertumbuhan premi dobel digit sepanjang tahun ini.

Guna meningkatkan premi kesehatan khususnya penyakit kritis Generali Indonesia mengajak anak-anak penderita kanker nonton bareng film The Lion King.

Ia menyebut program ini bertujuan agar nasabah dan masyarakat melindungi diri dari penyakit kritis. Apalagi Ia menyebut di Generali klaim asuransi terbanyak berasal dari penyakit kritis.

Ia menyatakan dari sekian banyak jenis kanker, kanker anak merupakan kanker yang menyerang anak di bawah usia 18 tahun, termasuk anak yang masih di dalam kandungan.

Lanjutnya kanker anak menjadi penyebab kematian kedua terbesar pada anak di rentang usia 5 tahun-14 tahun dan berjumlah sebesar 3%-5% dari keseluruhan penyakit kanker.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Herlina Kartika Dewi