Asuransi lesu, segmen ritel dipacu



JAKARTA. Sejumlah perusahaan asuransi jiwa berniat terus menggenjot bisnis di segmen ritel. Pasalnya tantangan di segmen kumpulan masih cukup berat.

Salah satu faktor yang membuat penjualan asuransi kumpulan makin menantang adalah kehadiran BPJS Kesehatan. Hal ini membuat beberapa pemberi kerja mengalihkan proteksi karyawannya ke badan sosial tersebut.

Guna menutup penurunan bisnis di segmen kumpulan, PT Avrist Assurance, semisal, menjadikan pengembangan produk baru sebagai salah satu cara untuk menggaet nasabah individu.


Direktur Avrist Makki I. Kusuma bilang, sebelum akhir tahun pihaknya berencana merilis produk baru. Rencana ini melengkapi peluncuran produk unitlink yang dilakukan belum lama ini.

Selain itu, penambahan jumlah agen juga dijadikan salah satu cara untuk menarik lebih banyak lagi nasabah. Saat ini Avrist sudah memiliki sekitar 5.000 orang agen. "Kami akan tambah lagi 1.000 atau 2.000 orang agen lagi," kata dia.

Meski begitu, Avrist tidak melepas begitu saja bisnis di segmen kumpulan. Sebab kontribusi asuransi kumpulan mencapai 60%. Perusahaan ini memiliki strategi bisnis untuk mempertahankan kontribusi asuransi kumpulan.

Caranya dengan mengincar grup perusahaan skala besar beserta anak-anak usahanya. Dengan begitu Avrist bisa menggaet nasabah dalam jumlah besar sekaligus.

PT Asuransi Jiwa Taspen alias Taspen Life juga berencana menggeber segmen ritel di tahun depan. "Kami perkirakan dari pasar individu bisa memberikan kontribusi sebesar 10%," kata Direktur Utama Taspen Life Maryoso Sumaryono.

Perusahaan ini memang masih terbilang baru di bisnis asuransi ritel. Sehingga kontribusi preminya masih minim. Selama ini Taspen Life mengandalkan induk usahanya yakni PT Taspen dalam menghimpun premi.

Taspen Life juga menjadikan produk-produk baru untuk memperbesar sumbangan premi dari nasabah individu. Rencananya dua produk baru disiapkan Taspen Life.

Perluasan saluran pemasaran juga masuk dalam radar guna memperbesar penetrasi segmen ritel. Setidaknya satu mitra perbankan bisa Taspen Life gandeng untuk bancassurance di 2017.

Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia mencatat, jumlah tertanggung kumpulan menyusut 6,4% menjadi 40,42 juta di paruh pertama 2016. Di sisi lain jumlah tertanggung individu naik 15,1% menjadi 16,6 juta.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News