Asuransi masih mengandalkan bancassurance



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Jalur pemasaran bancassurance menjadi primadona bisnis asuransi jiwa tahun ini. Saluran pemasaran ini tumbuh tinggi ketimbang lainnya. Tahun depan, bancassurance juga masih akan mendominasi.

PT BNI Life Insurance misalnya, tak hanya bertumpu pada induk usaha PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI). Perusahaan ini juga akan menggandeng sejumlah bank untuk memasarkan produk asuransi di tahun depan.

Hingga kuartal III tahun ini, jalur bancassurance berkontribusi 70% dari total premi BNI LIfe senilai Rp 4,2 triliun sampai kuartal III tahun ini. Tahun depan potensinya bakal lebih besar, terlebih saat tren suku bunga rendah seperti sekarang.


Menurut Plt Direktur Utama PT BNI Life Insurance Geger Maulana, perbankan juga tengah mendorong pendapatan di luar bisnis penyaluran kredit yang menjadi bisnis inti bank. "Diantaranya dengan menggenjot bancassurance untuk mendapatkan fee based income," kata dia. Di sisi lain, perusahaan asuransi juga rajin menambah produk baru.

PT Axa Mandiri Financial Services pun menilai potensi bisnis saluran bancassurance cukup cerah di tahun depan. Apalagi, menurut Director Of In Branch Channel Axa Mandiri Tisye Diah Retnojati, pemahaman terhadap perlindungan asuransi terus meningkat.

Hal ini bisa jadi pendorong minat nasabah untuk membeli produk asuransi. Saat ini, jalur bancassurance lewat in branch masih jadi kontributor terbesar bagi Axa Mandiri. Menurut dia, saluran ini menyumbang 80% dari total premi.

Andalkan induk usaha

Kata Tisye, Axa akan mengandalkan kerjasama dengan Bank Mandiri dan Bank Mandiri Syariah (BSM). "Saat ini penetrasinya masih 12% dari total nasabah Bank Mandiri dan BSM," ungkap dia.

Padahal pemasaran bancassurance secara in branch, Axa Mandiri punya 2.300 financial advisor di 2.100 cabang Bank Mandiri dan BSM. Ke depan, potensi peningkatan nasabah dari in branch bakal dioptimalkan. Target dalam lima tahun, penetrasinya mencapai 25% dari total nasabah kedua bank.

Salah satu caranya adalah memperluas segmen produk kepada nasabah. Maklum, segmen nasabah Bank Mandiri dan BSM cukup beragam.

PT Asuransi Simas Jiwa pun berencana mengembangkan berbagai distribusi pemasaran. Meski begitu, penjualan dari bancassurance masih tetap jadi yang utama.

Selama ini, Direktur Utama Simas Jiwa Soegeng Wibowo menyebut, nyaris seluruh premi perusahaannya dari bancassurance. Sementara sebagian kecil dari agensi, telemarketing hingga dari captive Grup Sinarmas.

Menurut Soegeng, ke depan kontribusi di luar bancassurance terus ditingkatkan. Termasuk masuk ke saluran pemasaran digital. "Namun secara umum masih akan didominasi bancassurance," kata dia. Saat ini, ASM sudah bekerjasama dengan 16 bank.

Mulai dari bank BUKU IV sampai bank perkreditan rakyat. Sampai kuartal III-2017, ASM mengantongi premi Rp 10,46 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Dessy Rosalina