Asuransi mikro didominasi asuransi jiwa kredit



JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan pelaku usaha asuransi sepertinya harus bekerja ekstra keras untuk memasarkan produk asuransi mikro. Pasalnya, sejak meluncur dua tahun silam, asuransi mikro belum menunjukkan hasil memuaskan, baik dari pertumbuhan premi maupun distribusi produknya.

Lihat saja, berdasarkan data OJK hingga saat ini, sebanyak 90% dari premi asuransi mikro yang dihimpun pelaku usaha masih terkonsentrasi pada produk asuransi jiwa kredit mikro. "Ini kan pemegang polisnya banyak yang tidak sadar mereka diasuransikan ketika mengajukan kredit," tutur Muchlasin, Direktur Industri Keuangan Non Bank Syariah OJK, kemarin.

Sedangkan, sisanya 10% adalah produk-produk asuransi mikro non jiwa kredit, seperti enam produk asuransi mikro bersama yang diluncurkan tahun lalu. Produk-produk asuransi mikro ini didistribusikan oleh 53 perusahaan asuransi jiwa dan umum. Itu artinya, belum semua pelaku usaha asuransi berperan serta dalam memasarkan produk asuransi mikro.


Tahun ini, kata Muchlasin, pihaknya menggandeng pelaku usaha melakukan roadshow ke 16 provinsi demi memasarkan produk asuransi mikro. Namun demikian, ia meminta, pelaku usaha juga aktif untuk mengedukasi tenaga pemasarnya. Pasalnya, ada potensi pasar yang masih di luar seiring dengan pertumbuhan respon masyarakat atas asuransi mikro.

Muchlasin menambahkan, produk asuransi mikro yang berupa voucer-voucer sebenarnya mencetak pertumbuhan penjualan. "OJK juga bekerja sama dengan Kementerian Koperasi dan UKM, tetapi pelaku usahanya juga harus aktif mengedukasi tenaga pemasarnya, dong," imbuh Muchlasin.

Hingga akhir tahun lalu, total nasabah asuransi mikro sudah mencapai sekitar 6,17 juta orang. Adapun, total pendapatan preminya Rp 71,76 miliar. OJK berharap, jumlah ini terus meningkat seiring dengan hadirnya enam produk asuransi mikro bersama, yakni Asuransi Mikro Rumahku, Mikro Syariah Si Bijak, Mikro Si Peci, Mikro Warisanku, Mikro Stop Usaha Gempa Bumi dan Mikro Stop Usaha Erupsi. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Yudho Winarto