Asuransi Perjalanan Berpeluang Tumbuh Saat Harga Tiket Pesawat Naik



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kenaikan harga avtur dan fuel surcharge berpotensi mendorong harga tiket pesawat dan menekan daya beli masyarakat. Namun, kondisi ini tidak serta-merta mengurangi peluang pertumbuhan asuransi perjalanan.

Direktur Utama Asuransi Asei Dody Dalimunthe menilai, semakin mahal biaya perjalanan, semakin besar pula nilai ekonomi yang dipertaruhkan masyarakat.

Kondisi tersebut membuat kebutuhan perlindungan terhadap risiko perjalanan menjadi semakin relevan.


Menurut Dody, biaya tiket, hotel, transportasi, hingga kebutuhan lain selama perjalanan dapat menjadi pengeluaran yang cukup besar.

Baca Juga: Harga Tiket Pesawat Naik, MSIG: Asuransi Perjalanan Tetap Tumbuh

Ketika perjalanan terganggu akibat pembatalan, keterlambatan, kehilangan bagasi, atau kondisi medis, potensi kerugian yang ditanggung masyarakat juga semakin tinggi.

"Kenaikan biaya perjalanan justru dapat memperkuat kebutuhan terhadap perlindungan perjalanan," kata Dody kepada Kontan, Senin (28/9/2026).

Karena itu, ia melihat kenaikan biaya perjalanan sebagai momentum bagi industri asuransi untuk memperkuat posisi asuransi perjalanan sebagai bagian dari kebutuhan perjalanan, bukan sekadar biaya tambahan.

Dody mengatakan, industri perlu menyediakan produk perlindungan yang lebih sederhana, terjangkau, dan sesuai dengan risiko yang dihadapi pelancong.

Dengan pendekatan tersebut, kenaikan harga perjalanan tidak harus berujung pada penurunan penetrasi asuransi.

Di sisi lain, kenaikan harga tiket juga berpotensi mengubah cara masyarakat dalam memandang perlindungan perjalanan. Masyarakat tidak lagi hanya mempertimbangkan harga tiket, tetapi mulai melihat perjalanan sebagai satu kesatuan dengan perlindungannya.

Baca Juga: Asuransi Perjalanan: Peluang Tetap Terbuka Meski Tiket Pesawat Naik

Peluang tersebut juga terbuka pada periode akhir tahun. Dody memperkirakan mobilitas masyarakat tetap meningkat, baik untuk liburan, kunjungan keluarga maupun perjalanan bisnis.

Namun, tantangannya adalah menjaga agar kenaikan biaya perjalanan tidak terlalu membebani daya beli masyarakat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News